Warga Tak Sangka Imus Otak Pembunuh Mertuanya
Warga sekitar tempat tinggal Dian dan Suaminya Imus di Jalan Selamat, Simpang Limun, Medan, terkejut dan tidak menyangka
Laporan Wartawan Tribun Medan / Feri
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Warga sekitar tempat tinggal Dian dan Suaminya Imus di Jalan Selamat, Simpang Limun, Medan, terkejut dan tidak menyangka kalau dalang atau otak pelaku pembunuhan Khairul Luthfi (78) adalah menantunya sendiri, yakni suami Dian yang disebut-sebut warga bernama Imus.
Menurut tiga orang warga yang sedang duduk-duduk didepan kedai (persis disisi kiri rumah Imus), walau tak pernah bergaul, Imus mereka kenal sebagai orang yang ramah. "Orangnya ramah, kalau kami lewat atau dia (Imus) yang kebetulan lewat selalu menyapah," ujar seorang warga berbaju merah yang tidak mau disebut identitasnya, Jumat (2/9).
Menurut pria berambut ikal ini, pada Rabu (31/8) sekitar pukul 11.00 WIB, ia dimintai tolong oleh Imus dan istrinya Dian. "Waktu itu saya sedang duduk disini. ku dengar mereka nangis-nangis didalam rumah. Dalam hati ku lebaran gini kok bertengkar pula orang ini," ceritanya.
Kemudian, pria ini juga melihat adik lelaki Dian juga keluar masuk dari dalam rumahnya, sambil menangis. Tak lama, menurutnya, Imus dan Dian keluar dari rumahnya, meminta pertolongannya.
"Bang, bang, minta tolong, bapak ku bunuh diri," ujarnya menirukan perkataan Dian ketika itu. Kemudian ia masuk kedalam rumah itu. Lelaki ini mengajak Imus untuk sama-sama mengangkat mayat mertuanya (Khairul) yang sudah terlihat kaku dan dibagian belakang kepala berlumuran darah.
"Ayok lah kita angkat, ku bilang. Tapi dia nggak mau. Ku pikir kok jadi aku pula yang sibuk dibuatnya ini. Disuruhnya aku angkat sendiri," ujarnya menceritakan kejadian itu.
Lelaki ini juga mengaku dengar ucapan dari Dian anak Khairul. "Mungkin bapak kesal ntah karena bertengkar atau karena kami selalu meninggalkannya," ujarnya menirukan perkataan Dian.
Menurut lelaki yang tinggalnya tak jauh dari rumah Imus ini, dirinya sudah merasa curiga dengan Imus.
"Si Imus ku lihat asyik bulak-balek aja. ke depan, masuk lagi ke dalam. Ku ajak ngangkat mayatnya, nggak mau dia," ujarnya mengaku sudah menyentuh kaki Khairul dalam keadaan dingin serta tangannya kaku.
Untuk memastikan kondisi Khairul, lelaki ini sempat memanggil dokter yang tak jauh dari lokasi kejadian. "Kami panggil doketer Barmen. Pada saat kami sampai ku lihat orang sudah ramai didepan rumah Imus," katanya.
Namun, pada saat dokter datang, Imus yang diminta menggeser jenazah tetap juga tidak mau. "Imus, kembali terlihat seperti pura-pura terkejut," katanya yang mengaku tidak mengetahui Imus dan Isterinya tiba dirumah itu pukul berapa.
Tetangga lainnya yang berada dilokasi sempat hendak menelpon Polisi Polsek Patumbak, namun, menurut mereka Imus melarangnya. "Katanya, ada juga keluarga mereka Polisi. Tapi tak lama, kami lihat Pak Tagam langsung turun kelokasi bersama anggotanya," kata pria ini, yang sempat mendengar ucapan Dian, bahwa mereka (Ayahnya) kehilangan uang sebesar Rp 20 juta.
Menurut seorang pria lainnya yang mengenakan kemeja putih, Imus memang tidak pernah bergaul duduk ngobrol bersama mereka. "Udah masuk rumah, dia nggak keluar-keluar. Dia langsung bekerja menjahit. Makanya, terus terang kita juga terkejut, nggak nyangka," ujar lelaki berambut lurus itu, sembari mengatakan isterinya Imus, Dian, tidak bekerja menjahit, namun sebagai ibu rumah tangga.
"Kalau Ayahnya (Khairul) kita lihat masih sehat, jalan pun masih kuat," tambahnya.
Tiga orang pria ini juga mengaku tak mengetahui siapa dua eksekutor pembunuh Khairul yang juga telah ditangkap Polresta Medan. "Nggak tahu, kami pun baru dengar ini," ujar mereka.