breaking news
BREAKING NEWS: Mobil Ekspedisi Harian SIB Tabrakan di Jalan Medan
Kecelakaan terjadi di Jalan Medan-Siantar, Selasa pagi (15/4/2014), tepat di depan Akademi Kebidanan Henderson
Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Kecelakaan terjadi di Jalan Medan-Siantar, Selasa pagi (15/4/2014), tepat di depan Akademi Kebidanan Henderson, Kecamatan Tapiandolok, Simalungun. Dua orang dilarikan ke RS Horas Insani.
Kecelakaan tersebut melibatkan satu mobil APV dengan nomor polisi BK 1627 IY yang merupakan mobil ekspedisi media suratkabar Harian Sinar Indonesia Baru (SIB).
Korban diketahui bernama Biduan Marpaung (53), warga Medan, dan Tiarida Melinda Boru Panggabean (56), warga Pagarjati, Kecamatan Deliserdang. Biduan merupakan pekerja di Harian SIB, yang setiap hari bekerja mengedarkan koran dari Medan hingga Parapat. Sementara Tiarida merupakan seorang penumpang yang hendak berjualan ke Siantar.
Kondisi Biduan hingga kini kritis dan ia masih tak sadarkan diri. Sementara Tiarida mengalami luka ringan dan memar di sekujur tubuhnya.
Saat dijumpai di RS Horas Insani, Tiarida mengaku terkejut dan tak tahu pasti bagaimana insiden tersebut berlangsung. "Kurang tahu pasti aku. Tiba-tiba udah kayak ginilah keadaanku. Orang aku pun pas mau ngambil ongkos. Yang kutahu mobilnya jalannya nggak terlalu kencang, terus nabrak truk di depannya," kata Tiarida.
Tiarida mengatakan, ia menumpang mobil tersebut dari Lubukpakam untuk berjualan di Siantar. Ia merupakan penjual susu kerbau yang sehari-hari berjualan berkeliling Kota Pematangsiantar.
"Tiap hari begini aku, jualan susu kerbau keliling, dari Pajak (pasar) Horas, Parluasan, terus keliling sampe Simpang Rami. Sore pulang lagi ke Pakam," ujarnya.
Pada saat kejadian itu, Tiarida mengaku membawa 125 buah susu kerbau yang biasa dijualnya dengan harga Rp 10 Ribu per tiga buah. Ia mengaku berjualan di Siantar karena peminatnya banyak.
"Susunya dimasak jadi kayak tahu gitu. Dipotong-potong. Bukan susu cair. Saya jualan di sini karena di sini banyak orang Bataknya. Orang Bataknya yang mau makan ini," katanya.
Tiarida pun mengatakan, atas kejadiannya itu, dompetnya berisi uang tunai sekitar Rp 200 ribu hilang. "Dompetku pun entah kemana, tadi pas jatuh masih kupegang," katanya.
Pihak rumah sakit hingga kini masih memeriksa kondisi Biduan, yang tak sadarkan diri.
(cr1/tribun-medan.com)
Ikuti perkembangan Breaking News Tribun beberapa saat lagi