Hama Kutu Lalat Jarum Menyerang Kebun Jeruk Warga Simalungun

"Hama penyakit buah ini terjadi sejak September 2015 lalu sampai sekarang. Hama sejenis lalat ini membuat tanaman rusak dan gagal panen,"

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun-Medan.com/ Dedy Kurniawan
Seorang petani menujukkan buah jeruk yang telah diserang hama penyakit kutu lalat jarum, di Nagori Sigarattung, Nagori Siboras, Kecamatan Pamatang Silimahuta, Kabupaten Simalungun. (Tribun-Medan.com/ Dedy Kurniawan) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN Serangan hama dan serangan hama hewan sejenis lalat terus menggerogoti buah dan tanaman warga Simalungun.

Sebanyak 60 kepala keluarga petani mengeluhkan hama penyakit buah yang sering disebut hama kutu jarum. Keadaan ini masih terus berlangsung di Desa Sigaruttung, Nagori Siboras, Kecamatan Pematang Silimahuta, Simalungun, Kamis  (9/2/2017)

Wabah hama ini menyerang tanaman jeruk, tomat dan hasil kebun lainnya hingga rusak menyebabkan turunnya daya saing harga buah dan sayur lok. Bahkan disebut petani, kejadian ini memicu gagal panen dan sudah berlangsung sejak 2015. 

Baca: Sidang Kasus Guru Tewas Dikeroyok, Bagaimana Mau Bijaksana Hakimnya Tidur dari Awal Sidang

Baca: Mengulik Kak Emma Sosok Misterius Teman Firza Husein, Stres Dia Kak Emma Masih Ingat?

Baca: Hajab, Dua Kali Raba Bagian Sensitif Gadis, Pria Ini Mesti Berurusan dengan Polisi

"Hama penyakit buah ini terjadi sejak September 2015 lalu sampai sekarang. Hama sejenis lalat ini membuat tanaman rusak dan gagal panen," ujar JM Sinaga seorang petani jeruk.

Menurutnya, hama penyakit buah yang menyerang tanaman ini mulai terlihat ketika buah mulai membesar dan menguning. Katanya, jeruk akan terlihat rusak ketika memasuki usia matang. Pada saat itu buah menguning, mengeras dan membusuk kemudian berjatuhan ke tanah sebelum memasuki masa panen.

"Buah pada rusak pas jelang matamg ketika mulai besar. Buah menguning dan keras, kemudian jatuh sendirinya tanpa bisa dipanen," jelas JM Sinaga. 

Jarensik Girsang, petani jeruk lainnyabdi lokasi berbeda yang berdekatan menambahkan, selain diserang hama penyakit buah, tanaman diserang hama lalat jarum. Hama ini merusak pertumbuhan buah sehingga buah membusuk.

"Kami sudah berupaya melakukan penyemprotan dan perawatan namun tidak berhasil, buah tanaman tetap membusuk hingga tidak bisa dipanen," ujarnya.

Adanya serangan hama ini Jarensik jelas merasa dirugikan. Dia berharap agar pemerintah setempat merespon cepat keadaan petaninya dan segera bisa mencarikan solusi untuk membasmi penyakit buah yang menyerang tanaman.

Ia juga mengaku sedikit kecewa dengan pihak penyuluh pertanian lapangan UPTD pertanian Kecamatan Pamatang Silimahuta. Pasalnya UPTD Pertanian tidak pernah ke lokasi dan memberikan penyuluhan kepada para petani.

(dyk/tribun-medan.com)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved