Dies Natalis ke-34, Uskup Ajak Unika Santo Thomas Rawat Keberagaman
Universitas Katolik (Unika) Santo Thomas Medan merayakan dies natalis ke-34 yang dipusatkan di kampus Unika Santo Thomas.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Universitas Katolik (Unika) Santo Thomas Medan merayakan dies natalis ke-34 yang dipusatkan di kampus Unika Santo Thomas, Selasa (24/4/2018). Puncak perayaan dies natalis ini diselenggarakan di Kapel Unika sejak pagi hari dan dilanjutkan dengan ramah tamah di lobi rektorat hingga sore hari.
Rektor Unika Santo Thomas, Frietz R. Tambunan mengatakan, berbagai rangkaian acara dilaksanakan untuk memeriahkan dies natalis ini. Dimulai dari perayaan Perayaan Hari Pelindung Unika yaitu Santo Thomas Aquinopesta tanggal 29 Januari 2018, Seminar Nasional dan Deklarasi “Sumut Bebas dari Narkoba” yang pelaksanaannya bekerjasama dengan Ikatan Alumni (Ika) Unika Santo Thomas tanggal 26 Februari 2018, Bedah Buku dan Launching Buku Pastor James Bharataputera tanggal 14 April 2018, serta Perayaan Ekaristi dan ramah tamah tanggal 24 April 2018. Perayaan Ekaristi dipimpin langsung oleh Uskup Agung Medan , Mgr. Anicetus B. Sinaga.
Dalam sambutannya, Frietz mengharapkan, usia ke-34 ini menjadi semangat bagi seluruh civitas akademika Unika Santo Thomas agar berkarya lebih keras lagi untuk mencapai kejayaan seperti di era tahun 1990 an. “Saat ini kita sedang berlari kencang. Berbagai program sudah kita laksanakan untuk mengembalikan kembali kejayaan kampus ini, baik yang sifatnya internal maupun eksternal. Yang terdekat adalah, kita sedang mengejar proses akreditasi institusi. Semoga kita semua yang ada di kampus ini bahu membahu untuk memberikan yang terbaik,” kata Frietz.
Baca: Alumni Unika Santo Thomas Medan Gelar Seminar Sumut Bebas dari Narkoba
Sementara itu, Uskup Agung Medan , Mgr. Anicetus B. Sinaga dalam homilinya mengatakan, di tengah ancaman tindakan-tindakan intoleran yang marak sekarang ini, dirinya mengharapkan Unika Santo Thomas dapat terus menerbarkan semangat toleransi di Indonesia, menghargai keberagaman, dan menempatkan Pancasila sebagai dasar negara yang tak akan tergantikan oleh apapun.
“Mari kita jaga Pancasila dan merawat keberagaman yang ada melalui karya-karya kita di Unika Santo Thomas ini. Perbedaan yang ada bukanlah hambatan, melainkan potensi yang besar untuk membangun bangsa dan negara,” kata Anicetus.
Dalam puncak perayaan dise natalis ini, pihak universitas juga memberikan penghargaan kepada sembilan dosen dan dan tenaga kependidikan yang telah berkarya di Unika Santo Thomas selama 25 tahun, menyerahkan hadiah kepada mahasiswa yang menjadi pemenang lomba menulis resume “Krisis 2018: Peluang dan Tantangan” dan menyerahkan penghargaan kepada dua tim mahasiswa FKIP yang berhasil meraih hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Kemenristekdikti.
Hadir dalam puncak perayaan dies natalis ini para alumni Unika Santo Thomas dari Medan dan Pematangsiantar dan beberapa lembaga yang merupakan mitra Unika Santo Thomas.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/dies-natalis-unika_20180428_232633.jpg)