Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Longsor di Tobasa

Friska Tambunan Histeris Peluk Enam Peti Jenazah Keluarganya: Alusi Au Among, Inang, Ito

Penulis: Arjuna Bakkara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Friska Tambunan meratapi 6 jenazah keluarganya yang terdiri dari kakeknya,ayah dan ibunya serta tiga adiknya ketika disemayamkan di Rumah duka di Desa Aek rihit, Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Tobasa, Jumat (14/12/2018).

Hingga siang hari, ketika jenazah diangkat ke Gereja GKPI desa Aek Rihit, air mata terus membanjiri pipi Friska.

Tim gabungan sedang mengevakuasi korban longsor di Desa Halado, Kecamatan Pintupohan, Tobasa, Kamis (13/12/2018).  (TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA)

Di dalam gereja tersebut, jenazah 6 Keluarga Tambunan diletakkan berdampingan dengan dua Jenazah korban lainnya yang juga masih keluarga dekat mereka yakni, Rosdiana Nainggolan (35), dan putrinya Nia Marpaung (15).

Direncanakan, keluarga Tambunan akan dimakamkan pada Jumat Sore hari setelah acara adat Batak dan keagamaan.

Sementara itu, dua korban atas nama Kasmer Marpaung dan Sutan Japri Marpaung masih tertimbun dan sedang dalam proses pencarian.

Fakta di Balik Pesta S3ks Ditonton Pasangan Suami Istri, Digerebek Polisi di Kamar Hotel, Memalukan!

Sosok Depi Boronan Pengeroyok TNI Terakhir Diciduk, Ortu Iwan Minta Respons Panglima TNI soal Rumah

Respons Suami Maia Estianty di Medsos, Istri Pamer Rambut Baru yang Jadi Sorotan Irwan Mussry

Pada hari ke-dua pasca kejadian longsor yang merenggut 8 korban jiwa, serta empat rumah warga, longsor sususalan kembali lagi menimbun lokasi pencarian korban, Jumat (14/12/2018) dini hari di Desa Halado Kecamatan Pintupohan, Toba Samosir.

Dadang Minta Personel Pertebal Keimanan, Agar Tetap Sabar dalam Melaksanakan Tugas

HMI Sumut Dorong Provinsi Sumatera Utara Jadi Kota Aerotropolis pada Tahun 2024

GOJEK Luncurkan Program Undian Berhadiah Voucher GO-PAY dan Uang Tunai Ratusan Juta Rupiah

Longsor tersebut juga menutupi badan jalan dan membuat jalur antara Kabupaten Tobasa dan Kabupaten Asahan ini lumpuh total.

Pengendara yang melintas dari arah Porsea Tobasa menuju Kabupaten Asahan ataupun sebaliknya terpaksa berhenti.

Amatan Tribun, sejumlah warga yang tinggal di lokasi mulai mengungsi ke rumah keluarganya yang jauh dari lokasi. Mereka tampak sibuk mengangkut perabot ke dalam mobil bak terbuka.

Tim gabungan sedang mencari korban longsor di Desa Halado Kecamatan Pintupohan, Tobasa, Kamis (13/12/2018). (TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA)

Setelah disemayamkan di rumah familinya, jenazah korban longsor diangkut menggunakan mobil bak terbuka ke Gereja GKPI Aek Rihit Pintu Pohan, Resort Porsea, Toba Samosir, Jumat (14/12/2018).

Jenazah tersebut yakni, korban tiga generasi yang terdiri dari satu kakek yakni Bantu Tambunan (70) kakek,  dan anaknya Jones Tambunan (45), Nurcahaya Marpaung istrinya Jones, (40) serta ketiga cucunya Ambrin Tambunan (L,13), Ahmadi Tambunan (L, 23) dan Serly Tambunan (P, 19). Kemudian, Jenazah Rosdiana Nainggolan (35), dan putrinya Nia Marpaung (15).

8 jenazah tersebut diletak berjejer di dalam gereja. Kerabat keluarga berduyun-duyun mengikuti prosesi adat dan keagamaan mulai dari  rumah duka hingga gereja menjelang pemakaman.

Alpen Marpaung  dan adiknya Jelli Marpaung satu dari antara keluarga korban yang selamat terus menangis di bangku gereja. Duduk pada barisan paling depan, kerabat keluarganya memberikan penguatan kepadanya.

Satu dari korban hilang yang belum ditemukan yakni kepala rumah tangga Kasmer Marpaung (39) yang rumahnya di sebelah bawah badan jalan.

Alpen Marpaung korban selamat (menangis) bersama asiknya Jelli Marpaung saat mengikuti prosesi adat dan keagamaan di Gereja GKPI Pintu Pohan, Aek Rihit Resort Porsea, Tobasa, Jumat (14/12/2018). (Tribun Medan/ Arjuna Bakkara)

Alpen Marpaung dan Jelli Marpaung (5) anak Kasmer meratapi jenazah ibunya Rosdiana Nainggolan (35), serta kakak perempuannya Nia Marpaung (15).

Halaman
123

Berita Terkini