Vihara Setia Budi Medan, Vihara Megah di Tengah Kota

Konon vihara ini awalnya bernama Kwan Te Kong yang artinya adalah setia budi atau bisa juga dibaca setia kepada Buddhis.

Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
Bangunan Baru Vihara Setia Budi yang terletak di Jalan Irian Barat, Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Senin (29/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com-Vihara Setia Budi Medan sudah berusia ratusan tahun. Di vihara ini anda bisa menikmati nuansa keindahan arsitektur Tionghoa yang megah.

Konon, vihara ini awalnya bernama Kwan Te Kong yang artinya adalah setia budi.

Di vihara ini juga anda melihat beberapa buah patung singa (cioksay) yang terbuat dari batu dalam posisi duduk terlihat berjaga di Vihara Setia Budi Medan.

Kemudian, ada Arca singa dan naga, juga harimau, banyak dijumpai di kelenteng tersebut. Selanjutanya anda dapat melihat burung Hong, bangau, dan binatang mitos Kilin. Sepasang arca singa biasanya diletakkan di depan pintu masuk vihara atau kelenteng.

Di dekat arca singa ada hiolo berbentuk kotak memanjang terbuat dari logam berhias relief naga dengan detail rumit. Di permukaan hiolo sebaliknya terdapat relief jenderal beserta pasukan pengawalnya dalam pakaian perang lengkap. Ritual di dalam rumah maupun di kelenteng, tidak bisa dipisahkan dengan hio dan hiolo.

Pada altar yang diperuntukkan bagi penganut agama Buddha ini posisinya berada di belakang altar Kwan Kong. Konon ketika Buddha Sakyamuni tengah memberi wejangan, udara begitu panasnya sehingga banyak yang tidak berkonsentrasi dan jatuh tertidur.

Kemudian, beberapa pengikutnya lalu membakar kayu wangi untuk meningkatkan konsentrasi. Itulah asal muasal pemakaian hio dalam tradisi ritual masyarakat Tionghoa.

Selanjutnya di dalam vihara terdapat lilin-lilin berwarna merah tua dengan ornamen naga, dari mulai yang kecil sampai berukuran sangat besar. Memandang cahaya lidah api lilin yang bergoyang-goyang tersapu angin bisa menjadi hiburan yang sangat menyenangkan dan menenangkan hati serta pikiran.

Umat beribadah di Vihara Setia Budi Medan, Senin (29/7/2019).
Umat beribadah di Vihara Setia Budi Medan, Senin (29/7/2019). (Tribun Medan/Aqmarul Akhyar)

Patung Buddha empat wajah ini berada di dalam sebuah cungkup dengan pilar yang dicat bentuk bintang warna kuning, putih, merah dan hijau. Posisi kaki kanan melipat dan kaki kiri menapak lantai, tangan kanan melipat menempel pada dada, dan tangan kiri menekuk ke bawah memegang tasbih.

Di dalam Vihara Setia Budi Medan juga terdapat tempat meletakkan lampu-lampu minyak kecil yang dibuat memutar ke atas terbuat dari besi baja. Sejumlah lampu minyak yang diletakkan dalam kurungan transparan berhias indah tampak memancarkan pendar cahaya indah di puncaknya. Di atasnya terlihat bergelantungan lampion besar kecil yang elok.

Vihara Setia Budi buka setiap hari mulai pukul 06.30 WIB sampai pukul 16.30 WIB.  (cr22/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved