Seorang Pria Ngamuk, Dinyatakan Positif Covid-19, Peluk Sejumlah Orang dan Menolak Dijemput Petugas

Petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) saat melakukan penjemputan pria yang dinyatakan positif covid-19, Jumat (15/5/2020). Pria tersebut sempat mengamuk

Baca juga: Pasien Corona di Bener Meriah Bertambah, Masih Klaster Santri Magetan

Sementara itu salah satu perempuan keluarga AR terlihat berteriak dan mempertanyakan mengada ada banya orang yang datang menjemput.

"Kenapa ini bawa segini banyak," teriak seorang wanita yang mengenakan kaus biru muda di rumah AR.

 Sementara itu Wakil Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf membenarkan informasi tentang warga yang mengamuk saat dijemput tim medis.

Yusuf menjelaskan penjemputan terpaksa dilakukan karena pasien tersebut menolak menjalani isolasi.

Kabar Terbaru Pasangan Ahok dan Puput, Dari Ulang Tahun Ke-23 Puput, hingga Potret Ayah dan Ibunda

Penjemputan paksa dilakukan untuk melindungi warga lainnya di sekitar tempat tinggal pasien.

"Saya sudah perintahkan supaya para petugas Gugus Tugas harus melakukan jemput paksa kepada salah seorang pasien AR tersebut, yang terkonfirmasi dari hasil swab positif Covid-19. Soalnya jika tidak dijemput secara paksa, semuanya bisa tertular," kata Yusuf.

Yusuf mengapresiasi kinerja tim Gugus Tugas gabungan, TNI dan Polri yang berhasil membujuk dan membawa pasien ke rumah sakit.

Fakta-fakta Baru di Sidang Kasus Pembunuhan Hakim Jamaluddin, Mirip Sinetron Suara Hati Istri

Ia kemudian meminta agar tim melakukan tracing. Sedangkan lokasi rumah AR dan sekitarnya langsung disemprot disinfektan oleh petugas.

Kabar Terbaru Pasangan Ahok dan Puput, Dari Ulang Tahun Ke-23 Puput, hingga Potret Ayah dan Ibunda

DIkutip dari kompas.com

Pasien Ngamuk, Dinyatakan Positif Covid-19, Peluk Sejumlah Orang dan Menolak Dijemput Petugas

Berita Populer