TRIBUN-MEDAN-WIKI: Mengenal Kesenian Ronggeng Melayu Deli

Ronggeng Melayu Deli berkembang pada masa Kesultanan Deli dan Kesultanan Serdang.

Editor: Juang Naibaho
Istimewa
Kesenian Ronggeng Melayu Deli 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com - Kesenian daerah di Indonesia dikenal unik dan memiliki makna dan historinya tersendiri.

Satu di antaranya, Kesenian Ronggeng Melayu Deli di Sumatera Utara.

Dilansir dari artikel Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ronggeng Melayu Deli berkembang pada masa Kesultanan Deli dan Kesultanan Serdang.

Seiring perkembangan zaman kesenian ini semakin tidak banyak dikenal oleh masyarakat. Bahkan kesenian Ronggeng Melayu dianggap mati suri.

Ronggeng Deli kental akan nuansa Melayu, namun seni tari ini juga mendapat pengaruh dari Portugis, terlihat dari penggunaan alat musik akordion dan biola.

Kedua jenis instrumen itu memperlihatkan pengaruh Portugis yang menduduki Malaka pada abad ke-16.

Ronggeng Deli juga merupakan cikal bakal dari Tari Serampang Dua Belas.

Kesenian Ronggeng ini tak hanya dimiliki suku Melayu Deli saja. Kalangan suku Jawa juga memiliki kesenian Ronggeng.

Tetapi, tentu saja ada pembeda antara Ronggeng Jawa dan Melayu.

Pembedanya adalah seni berbalas pantun yang menjadi ciri khas orang Melayu.

Kemudian, hal ini menjadi catatan, kenapa disebut Ronggeng Melayu, bukan joget Melayu.

Sebab, formasi Ronggeng Deli terdiri dari lima orang pengiring lagu dan tiga pasangan penari sekaligus penyanyi pada pertunjukan Ronggeng Deli.

Namun, seiring berkembangnya zaman, pelaksanaannya dapat diikuti lebih dari tiga pasang penari.

Ketiga pasangan saling berbalas menari dan bernyanyi diiringi oleh musik pengiring khas Melayu.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved