Sudah Ketiga Kalinya Drone Mata-Mata Asing Ditemukan di Laut Indonesia

Benda yang diyakini sebagai drone kapal selam China tersebut ditemukan oleh nelayan Indonesia, di dekat Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan.

Editor: AbdiTumanggor
HO
Kapal Selam KRI ALUGRO 405 

TRIBUN-MEDAN.COM -  Sebuah benda yang diyakini sebagai drone mata-mata China ditemukan di laut Indonesia.

Benda yang diyakini sebagai drone kapal selam China tersebut ditemukan oleh nelayan Indonesia, di dekat Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan.

Ternyata ini penemukan ketiga kalinya, drone mata-mata milik China di perairan Indonesia.

Enam hari kemudian benda yang merupakan Kendaraan Tanpa Awak di Bawah Air (UUV) tersebut diserahkan ke polisi dan kemudian diperiksa oleh militer Indonesia.

Seperti dilansir dari The Guardian, drone mata-mata tersebut digunakan dalam strategi maritim China dari Laut China Selatan ke Australia.

Peneliti militer mengungkapkan drone mata-mata tersebut sebagai Chinese Sea Wing (Haiyi) UUV.

drone-mata-mata-china-ditemukan-di-laut-indonesia-ternyata-ini-yang-ketiga-kalinya

Benda tersebut adalah pesawat layang bahwa air yang dikembangkan oleh Institut Otomasi Shenyang di Akademi Ilmu Pengetahuan China.

UUV tersebut dideskripsikan secara publik untuk melakukan pengumpulan data termasuk suhu air, salinitas, kekeruhan dan tingkat oksigen.

Selain itu, benda itu juga mengumpulkan informasi mengenai arus dan arah gerakan yang dikirimkan secara real time.

Seperti dilaporkan Naval News, data darI UUV amatlah penting untuk perencanaan angkatan laut, khususnya operasi kapal selam.

Analis Keamanan Indonesia, Muhammad Fauzan mengungkapkan kepada ABC, drone tersebut tampaknya digunakan untuk memetakan rute kapal selam untuk masa mendatang.

Hal itu mengingat bahwa drone mata-mata tersebut ditemukan jauh dari perairan China dan memiliki rute maritim yang signifikan antara China dan Darwin, kota paling utara Australia.

Fauzan pun menegaskan banyak pernyataan muncul terkait keberadaan drone mata-mata tersebut.

Menurutnya, jika benda itu merupakan milik China, apakah mereka menggunakannya untuk pengumpuilan intelijen atau survei ilegal.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved