TRIBUN-MEDAN-WIKI: Menilik Pisau Tumbuk Lada dari Karo

Pisau Tumbuk Lada melambangkan nilai tanggung jawab, melaksanakan tugas sesuai sistem kekerabatan pada masyarakat Karo dan nilai pembelaan diri.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / HO
Senjata tradisional Karo, Pisau Tumbuk Lada melambangkan nilai tanggung jawab, melaksanakan tugas sesuai sistem kekerabatan pada masyarakat Karo dan nilai pembelaan diri. 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com - Indonesia dikenal kaya akan senjata tradisional. Satu di antara senjata tradisional, yakni Pisau Tumbuk Lada dari suku Karo, di Sumatera Utara.

Dilansir dari artikel di Universitas Negeri Medan, Pisau Tumbuk Lada melambangkan nilai tanggung jawab, melaksanakan tugas sesuai sistem kekerabatan pada masyarakat Karo dan nilai pembelaan diri.

Satu di antara warga Karo, Mahaga Perangin angin, menyampaikan pembenaran bahwa Pisau Tumbuk Lada adalah pisau khas Karo.

Pisau ini terbuat dari kuningan. Kalau pada masa dahulu pisau ini menjadi senjata tradisional masyarakat Karo.

"Pisau ini sekarang banyak juga digunakan untuk perhiasan. Tapi, Pisau Tumbuk lada ada beberapa motif ukirannya dan ada juga yang tidak berukir. Bahan pisau juga berbeda beda tergantung kepada keperluannya," ujarnya, Selasa (9/2/2021).

Sambungnya menjelaskan, konon pisau tersebut dibuat sesuai dengan kebutuhan tertentu yang bersifat mistis.

Misalnya pada upacara Ngelegi Besi Mersik kepada kalibumbu.

Warga Karo lainnya, Roy Sandi Tarigan, mengatakan biasanya untuk bahan gagang pisau tersebut dari tanduk kerbau.

"Pisau ini terbuat dari kuningan atau besi dan sarungnya itu biasanya terbuat dari pangkal bambu. Nah pada pangkal sarung itu terdapat benjolan bundar yang selalu dihiasi dengan ukiran atau dipahat. Biasanya ukiranya bentuk kepada ayam," ucapnya.

Namun, saat ini banyak ditemui pembuatan pisau tersebut sudah memakai mesin. Kalau zaman dahulu, masih ditemui orang-orang yang membuat dengan tangan atau kerajinan tangan. Maka, wajar saja pisau tersebut agak kurang pamor saat ini.

"Sangat beda seninya bila pisau tersebut cetakan mesin, kalau cetakan tangan tersebut lebih terlihat estetika seni ukirnya. Ya kebanggaan tersendiri lah," tuturnya.

Di samping makna besi mersik, tumbuk lada juga banyak digunakan hanya sebagai barang hiasan dan juga sebagai senjata dan memiliki kekuatan magis.

Untuk menentukan serasi atau tidaknya pisau tumbuk lada di tangan seseorang, maka dapat dilihat dengan cara diukur panjang pisau dengan menggunakan ibu jari.

Pengukuran tersebut dimulai dari pangkal besinya hingga ke ujung dan biasanya jumlah hitungan akan disesuaikan dengan diri pengguna.

Selain itu, juga harus ditanyakan kepada seorang Guru (dukun) dan tergantung dengan pekerjaan maupun jabatan sang pemegang tumbuk lada itu sendiri.

(cr22/Tribun-medan.com)

Sumber Lain:

- Artikel Universitas Negeri Medan
- Kompasiana

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved