Sudah Diteliti Ilmuwan, Ternyata Covid-19 Bisa Bikin Penis Sulit Ereksi

Para peneliti mengumpulkan jaringan penis dari empat pasien yang menjalani operasi prostesis penis karena disfungsi ereksi yang parah.

News.com.au
Ilustrasi meneliti kelamin - Sudah Diteliti Ilmuwan, Ternyata Covid-19 Bisa Bikin Penis Sulit Ereksi 

TRIBUN-MEDAN.com - Virus corona SAR-CoV-2 merupakan virus yang menyebabkan Covid-19.

Bila sudah terinfeksi, tidak ada satupun bagian tubuh yang bisa lolos dari serangan virus corona.

Virus corona yang masuk ke tubuh akan mengganggu kerja paru-paru, jantung, otak, usus, dan penis.

Dalam sebuah studi kecil, para ilmuwan di Fakultas Kedokteran Universitas Miami Miller menjelaskan bagaimana virus corona penyebab Covid-19 dapat ditemukan di jaringan penis lama setelah infeksi awal sembuh.

Pada gilirannya, ahli percaya hal ini berpotensi memengaruhi kemampuan ereksi.

Baca juga: Ibu Kaget Melihat Kelamin Putrinya, Mengeluh Sakit saat Dimandikan, Mengejutkan Pengakuannya

Contoh dari apa yang disebut "schlong-COVID" (itu bukan nama ilmiah) baru-baru ini didokumentasikan di World Journal of Men's Health.

Para peneliti mengumpulkan jaringan penis dari empat pasien yang menjalani operasi prostesis penis karena disfungsi ereksi yang parah.

Dua tidak memiliki riwayat Covid-19, satu relawan sebelumnya mengalami infeksi ringan, dan seorang yang lain pernah dirawat di rumah sakit karena infeksi Covid-19.

Kedua pria yang terinfeksi Covid-19 mengaku, sebelum terinfeksi virus corona, fungsi ereksi penis mereka normal.

SARS-CoV-2 ditemukan di dalam jaringan penis kedua pria yang pernah mengalami Covid-19, tetapi tidak pada pasangan yang tidak terinfeksi.

Baca juga: Ini Alasan Medan Zoo Buka di Masa Lebaran dan Pandemi Covid-19

Ilustrasi seorang pasien Covid-19 meninggal setelah ereksi 3 jam.
Ilustrasi seorang pasien Covid-19 meninggal setelah ereksi 3 jam. (freepik)

Dilansir dari IFL Science, Kamis (13/5/2021), kondisi sangat luar biasa karena kedua pria tersebut sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 sejak enam bulan lalu.

Namun setengah tahun setelahnya, virus ternyata masih bertahan di penis.

Mungkin tampak tidak terduga bahwa SARS-CoV-2 dapat memengaruhi kemampuan ereksi penis.

Namun, ini semua ada kaitannya dengan pembuluh darah.

Sejumlah bukti menunjukkan, SARS-CoV-2 dapat menyerang pembuluh darah dan menyebabkan kerusakan pada sistem pembuluh darah di banyak organ tubuh.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved