Binjai Terkini

Kejari Binjai Resmi Tahan Eks Kadis Ketahanan Pangan Ralasen Ginting, Kasus Proyek Fiktif Rp 2,8 M

Eks Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Ralasen Ginting resmi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai. 

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUN MEDAN/DOK KEJARI BINJAI
KORUPSI - Eks Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Binjai, Ralasen Ginting saat digiring penyidik Kejari Binjai untuk dibawa dan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai, Selasa (3/3/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Eks Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Ralasen Ginting resmi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai

Ralasen ditahan penyidik Kejari Binjai pada, Selasa (3/3/2026) sore. Ralasen ditetapkan sebagai tersangka dugaan penyelewengan wewenang dan kekuasaan yang memberi keuntungan pribadi senilai Rp 2,8 miliar, dan ditahan di Lapas Binjai.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Binjai, Ronald Reagen Siagian menyatakan, tersangka ditahan atas surat perintah penahanan nomor: Prin-492/L.2.11./Fd.2/03/2026. 

"Tersangka ini ditahan dalam dugaan tindak pidana korupsi pembuatan kontrak pada pekerjaan fiktif pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Binjai pada tahun 2022 sampai April 2025," ujar Ronald, Rabu (4/3/2026).

Lanjut Ronald, tersangka diangkat sebagai kepala dinas atas surat keputusan wali kota nomor: 188.45-51/K/Tahun 2022 pada 20 Januari. 

Keuntungan pribadi yang diperoleh tersangka melalui orang kepercayaan atau 'anak main' berinisial SH, AR dan DA.

Modusnya melalui penawaran proyek dengan mekanisme pengadaan langsung atau PL kepada penyedia atau kontraktor dengan meminta uang tanda jadi sebagai biaya pembuatan kontrak. 

Namun hasil dalam pendalaman penyidik, proyek yang ditawarkan tidak ada di dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DPA).

Sumber kegiatan proyek yang ditawarkan tersangka, diduga berasal dari dana insentif fiskal. 

Namun, dana segar dari Kementerian Keuangan atau APBN itu diduga digeser yang berbuntut Ralasen ditumbalkan menjadi tersangka dugaan penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan.

"Tersangka atau melalui orang kepercayaan menerima uang dari 10 penyedia atau rekanan pada November 2024 sampai tahun 2025 dengan total keseluruhan Rp 2,8 miliar. Uang yang diterima tersangka secara langsung melalui transfer ke rekening sebesar Rp 1,2 miliar," ujar Ronald.

Setelah menerima uang, menurut Ronald, tersangka membuat surat perintah kerja (SPK). 

Ronald menambahkan, tersangka baru dapat dilakukan penahanan karena sebelumnya diketahui menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bundar Thamrin, Jalan Sei Batanghari, Kelurahan Babura, Medan Sunggal.

"Di mana yang bersangkutan mengeluhkan adanya gangguan pada jantung selama proses penyidikan. Sebelum dilakukan penahanan, tim penyidik terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter dan tenaga kesehatan dari RSUD Djoelham," kata Ronald. 

"Dan hasilnya, kondisi yang bersangkutan dalam keadaan sehat jasmani dan rohani," sambungnya. 

Penyidik Kejari Binjai menjerat Ralasen dengan sangkaan primair pasal 12 huruf e UU RI No 20 Tahun 2001 subsidair pasal 12B dan lebih subsidair pasal 9.

(cr23/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
Live
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved