Banjir dan Longsor di Sumut

Deli Serdang Dapat 665 Ton Beras dari Bapanas, akan Disalurkan kepada yang Terdampak Banjir

Warga Kabupaten Deli Serdang yang terdampak banjir siap-siap untuk mendapatkan bantuan beras dan akan disalurkan oleh Pemkab.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Indra Gunawan
KORBAN BANJIR - Warga Tanjung Morawa mengalami kebanjiran beberapa waktu lalu. Saat ini banjir di Deli Serdang masih menggenangi 3 Kecamatan lagi. 

TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM - Warga Kabupaten Deli Serdang yang terdampak banjir siap-siap untuk mendapatkan bantuan beras dan akan disalurkan oleh Pemkab.

Bantuan beras berasal dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Total sebanyak 665 ton beras yang diterima oleh Pemkab Deli Serdang

"Iya untuk bantuan bencana kita Deli Serdang mendapatkan bantuan dari Bapanas 665 ton beras. Bantuan sedang proses ini (untuk disalurkan). Kita sudah ngadakan rapat dengan Kecamatan yang terdampak untuk proses penyaluran itu," ujar Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Deli Serdang, Rahman Saleh Dongoran, Selasa (2/11/2025). 

Beras yang diberi oleh Bapanas itu, lanjut Rahman Saleh Dongoran saat ini sudah berada di gudang bulog dan tinggal diambil. Ia mengaku  sudah berkoordinasi dengan Kepala Bulog dan dijawab sudah bisa diambil tinggal. Karena itu sekarang tinggal proses pendistribusiannya saja ke Kecamatan-Kecamatan supaya bisa tepat sasaran di desa-desa. 

"Sudah aku panggil tadi semua kecamatan dan dipimpin Asisten III (rapatnya). Penyalurannya dilakukan by name by addres khusus untuk terdampak banjir di lapangan. Beras ini dikhususkan bukan untuk yang di posko. Bisa juga untuk di posko tapi kalau yang di posko sudah habis," kata Rahman. 

Rahman Saleh Dongoran bilang selama ini khusus untuk yang diposko beras yang dipakai adalah beras cadangan dari Pemkab yang sudah disalurkan sebanyak 1 ton. Sejauh ini stoknya pun masih ada dari Dinas Sosial. Diakui untuk sejauh ini belum ada didapatkan data dari Kecamatan soal by name by adress untuk calon calon penerima seluruhnya. 

"Sekarang lagi proseslah (pendataan lebih akurat). Jumlah KK nya sudah dapat. Tapi nggak semua yang kena banjir itu bisa dapat karena yang kena ada 200 ribuan. Sementara yang diberikan 665 ton. Kecamatan dan Desalah nanti yang benar-benar mengetahui masyarakatnya yang dapat bantuan atau tidak karena mereka yang tau parah atau tidak," Bilang Rahman. 

Sistem pembagiannya, Rahman bilang semuanya sudah ada diatur dalam ketentuan. Kemasan beras yang diberikan dan berada di Bulog seberat 60 kg. Nanti setiap kemasan itu akan dibagi-bagi dan dihitung berapa orang dalam satu keluarga. 

" Terus kali 250 gram per orang per hari. Selama tanggap darurat. SK tanggap darurat (yang dibuat Bupati) dari 27 November sampai tanggal 10 Desember atau 14 hari. Biaya penyaluran itu akan dikeluarkan dari Tanggap Darurat," bilang Rahman. 

Walaupun berpotensi bisa menimbulkan pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat, Rahman berpendapat dalam proses pendistribusian mereka wajib untuk mengikuti ketentuan yang ada karena ini adalah kebijakan dari Pemerintah dan beras yang diberikan adalah Cadangan Beras Pemerintah (CDP). Sudah ada aturan yang jelas untuk hal ini. 

"CDP ini pun bisa dikeluarkan apabila sudah ada surat kepala daerah menyatakan tanggap darurat. Kita sudah punya. Yang jelas kita sudah rapat dengan kecamatan supaya proses itu tidak menyalahi aturan. Misalkan ini ya ada di desa dia kaya dan ikut terdampak, kalau dia ngotot supaya dia dapat (berasnya) itu bukan warga negara yang bagus. Kita inikan menolong dan jumlahnya pun terbatas," sebut Rahman. 

Penyaluran ini kata Rahman harus bisa selesai sebelum waktu tanggap darurat berakhir. Karena itu paling lambat diupayakan beras bisa diambil di Bulog, Rabu (3/12/2025).  Karena jumlahnya beras cukup besar proses pengambilan juga akan dilakukan secara bertahap. "Inikan masih ada juga pembicaraan tentang transportasi lagi. Baru kemudian soal pembagian berapa ke masing-masing Kecamatan yang terdampak," katanya. 

Meski saat ini banjir sudah sebagian besar surut namun disebut Rahman yang sempat terdampak bisa mendapatkan bantuan. Selagi namanya ada dituliskan oleh Pemerintah Desa maka bisa mendapatkannya. Saat ini banjir di Deli Serdang sendiri masih terjadi di 17 Desa dan belum surut khususnya di Kecamatan Hamparan Perak, Labuhan Deli dan Percut Seituan. Selain banjir dari curah hujan juga saat ini banjir karena air pasang di laut (banjir rob).

(dra/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved