Uploader
Tragisnya, korban diduga dibunuh oleh anak kandung berinisial E dan cucunya itu dengan motif dendam yang telah lama terpendam.
Di sisi lain akibat peristiwa tersebut, Fadli mengaku mengalami trauma dan berencana berhenti menjadi kernet bus.
Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata, mengungkapkan bahwa pembunuhan ini bermula dari insiden KDRT yang dilakukan terhadap istrinya.
Allan menjelaskan bahwa Nomor Induk Kependudukan (NIK) bersifat tunggal dan berlaku seumur hidup bagi setiap warga negara.
Berdasarkan informasi yang diterima keluarga dari pihak manajemen PO ALS, pada saat kejadian Zulpan sedang tidak berada di balik kemudi.
Ia juga menekankan bahwa dirinya tidak ingin nama keluarga besarnya ikut terbawa dalam konflik yang sedang diproses secara hukum tersebut.
Kiai tersangka pencabulan tersebut diketahui sempat kabur ke beberapa kota sebelum akhirnya ditangkap di Wonogiri, Jawa Tengah.
Pelaku diduga membekap korban dan melakukan perbuatan sadis menggunakan pisau dapur hingga korban meninggal
Putusan tersebut pun langsung menuai sorotan publik dan memicu kekecewaan dari pihak keluarga korban.
Mengenai dugaan kecelakaan disebabkan jalan berlubang, Deru menegaskan hal tersebut belum dapat dipastikan.
Aldi Sulistiawan (26), Rani, dan anak mereka Bella (1) sempat beberapa kali tertunda akhirnya berangkat menggunakan bus yang mengalami kecelakaan.
Ia menjelaskan bahwa Kalangit diduga memiliki peran penting dalam kasus tersebut, baik secara administratif maupun dalam pengelolaan anggaran.
Tak berhenti di situ, perempuan tersebut juga mengklaim aparat kepolisian tidak akan memproses laporan terhadap dirinya.
Saat kejadian, korban hendak loading atau pembongkaran muatan BBM di Simpang Jene, Kabupaten Musi Rawas (Mura).
Dalam pertemuan itu, mulanya Dedi menanyakan apa alasan guru BK tersebut melakukan razia rambut kepada para siswinya yang berkerudung.
Ada pun identitas pengemudi Bus ALS yakni Alif (44 tahun) warga Jawa Tengah dengan kernet Saf (50) meninggal dunia
Korban bernama Siti Arofah (54) ditemukan meninggal bersimpah darah, di ruangan tamu rumah kontrakan anaknya, pada Rabu (7/5/2026) pagi.
Sementara para korban dari bus ALS hingga kini identitasnya masih dalam proses identifikasi pihak kepolisian.
Penegasan ini muncul setelah Erin dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan kekerasan fisik yang sempat viral di media sosial.
Jumlah yang meninggal dari BUS ALS berjumlah 14 orang, 2 orang dari mobil Tangki BBM, sehingga totalnya 16 orang meninggal dunia.