Medan Terkini
Danau Toba Kembali Dapat Green Card dari UNESCO, Begini Respons Gubsu Bobby Nasution
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, mengucapkan syukur Toba Caldera Geopark mendapatkan green card kembali dari Unesco.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, mengucapkan syukur Toba Caldera Geopark mendapatkan green card kembali dari Unesco.
Menurut Bobby Nasution, keberhasilan Caldera Geopark mendapatkan green card karena kolaborasi dari semua pihak.
Meski sudah mendapatkan green card, Bobby Nasution berharap masyarakat tetap bisa menjaga Danau Toba.
"Alhamdulillah kita dapat green card setelah penilaian kemarin. Tentu kami ucapkan terimakasih, kepada seluruh stakeholder bupati dan juga tim kerja yang sangat bersusah payah mempersiapkan, memperbaiki apa yang menjadi catatan pada saat sebelumnya ini sudah menjadi green card ini tugas kita sama sama menjaga," jelasnya, Selasa(9/9/2025).
Dikatakannya, untuk sertifikat secara simbolis akan diserahkan oleh Pihak Unesco.
"Secara simbolis nanti akan diserahkan waktunya. Tapi dalam sidangnya kita sudah mendapatkan green card," ucapnya.
Untuk itu, Boby meminta agar masyarakat sekitar mau menjaga Danau Toba dan mempertahankan predikat green card tersebut.
"Tugas kita sama- sama menjaga itu warisan dari tuhan yang hrus sama-sama dijaga kita tidak bisa buatnya tapi bisa menjaganya," jelasnya.
Sebelumnya, Toba Caldera Geopark menerima kembali status green card (kartu hijau) dalam posisi keanggotaannya di jaringan Unesco Global Geopark (UGGp).
Penilaian itu disampaikan dalam sidang Komite Eksekutif ke-11 konferensi Global Geopark Network beberapa hari lalu.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kadisbudparekraf) Sumut Yudha Pratiwi mengatakan cukup senang dan bersyukur.
Meski sudah mendapatkan Green Card, pihaknya belum mendapatkan sertifikat resmi dari pihak Unesco.
"Alhamdulillah, kemarin sudah sidang kemudian disampaikan kita (Kaldera Toba) sudah dapat green card kembali cuman untuk penyerahan sertifikat tahun depan," jelasnya kepada Tribun Medan, Senin (8/9/2025).
Untuk itu, kata Yudha, seluruh program yang sudah berjalan selama menjelang hingga penilaian Kaldera Toba kemarin harus tetap berjalan dengan optimal.
"Ya kalau belum dapat sertifikat, kemungkinan tidak berubah tapi kita sama-sama jaga apa yang kita lakukan kemarin di tujuh kab/kota sekitaran Danau Toba," ucapnya.
Diterangkannya, pihaknya harus bergandeng tangan untuk menjaga visibilitas dan aktivitas sekitaran Danau Toba. Selain itu harus terus saling melingkar geologi dan biologi yang ada di sana.
"Kita harus bergandengan tangan sebab dari hasil penilaian mereka yang masih kurang Mungkin pertama itu Mitra dengan para stakeholder dan kemudian sumber daya masyarakat yang perlu ditingkatkan," tuturnya.
Apalagi, kata Yudha, mereka sangat fokus pada peninggalan sejarah dari area gunung merapi di sekitaran Danau Toba
"Selama validasi kemarin itu mereka sudah melihatnya dengan bagus baik itu Panorama dan kondisi visibility nya. Tapi yang paling mereka lihat itu peninggalan sejarah dr gunung merapi kita. Itu sampai tiga kali meletus, sehingga itu yang dilihat mereka mana letusan pertama kedua dan ketiga,"jelasnya.
Yudha berharap, pemerintah setempat agar tetap menjaga kelestarian dan peninggalan sejarah di kawasan Danau Toba.
"Kita berharap dari pemerintah setempat agar tetap menjaga kelestarian. Dan lebih menekankan lagi dengan dibuatnya SK bupati untuk pemantapan geologi dan biologi Danau Toba sehingga tidak mudah dirusak oleh orang yang tak bertanggung jawab," jelasnya.
(cr5/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Dijadikan Tempat Konsumsi Sabu Bandit Jalanan, Gubuk Sarang Narkoba di Belawan Dimusnahkan Pom AL |
|
|---|
| Cerita Warga Medan Tuntungan yang Bikin Surat Terbuka untuk Maling, Seisi Rumah Ludes Dicuri |
|
|---|
| Pesan Pemilik kepada Maling yang Bobol Isi Rumahnya Sampai Habis di Medan, Kerugian Capai 500 Juta |
|
|---|
| Viral Lansia di Medan Diduga Terjebak dan Tak Ada Akses Keluar Rumah, Camat Ungkap Fakta Sebenarnya |
|
|---|
| Ngaku Anggota Brimob, Pria Berbadan Tegap Bawa Kabur Sepeda Motor Pemilik Bengkel Mobil di Medan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Gubernur-Sumut-Bobby-Nasution-saat-diwawancarai-di-Kantor-Pemprov-Sumut-111111.jpg)