Berita Internasional

Perselisihan Keluarga Berujung Tragedi Maut, Pria ini Nekat Bunuh dan Mutilasi Orang Tuanya

Polisi telah mendaftarkan kasus pembunuhan dan memastikan proses hukum terhadap tersangka akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Tayang:
INDIA TODAY
MUTILASI ORANGTUA - Ambesh, pria asal distrik Jaunpur, Uttar Pradesh kini ditangkap polisi setelah diduga memutilasi kedua orangtuanya akibat pertengkaran soal pernikahan beda agama dirinya dengan sang istri 

TRIBUN-MEDAN.com - Perselisihan keluarga yang berkepanjangan terkait pernikahan beda agama, persoalan keuangan, dan pembagian harta berakhir tragis.

Seorang pria tega membunuh kedua orang tuanya, lalu memutilasi jasad mereka sebelum membuangnya ke sungai.

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Jaunpur, Uttar Pradesh.

Dilansir dari India Today, Senin (22/12/2025), pelaku yang diidentifikasi sebagai Ambesh telah ditangkap dan menjalani pemeriksaan intensif oleh kepolisian.

Polisi mengatakan Ambesh menikahi seorang wanita yang berbeda agama dengannya selama pandemi Covid.

Dari pernikahan tersebut, pasangan itu dikaruniai dua orang anak.

Namun, keluarga Ambesh, yang tinggal di desa Ahmedpur, tidak senang dengan pernikahan beda agama tersebut.

Bahkan keluarga Ambesh menekan pria tersebut agar menceraikan istrinya.

Di tengah kekacauan itu, istri Ambesh mulai menuntut nafkah bagi kedua anak mereka.

Ia juga memaksa Ambesh untuk meminta bantuan keuangan dari orang tuanya.

Masalah ini menyebabkan seringnya pertengkaran dalam keluarga kecil Ambesh.

Sekitar tiga bulan lalu, Ambesh kembali dari Kolkata dan mulai tinggal sendirian bersama orang tuanya.

Ia meninggalkan istri dan kedua anaknya di rumah.

Meskipun begitu, pertengkaran antara Ambesh dan orang tuanya terkait pernikahan beda agama tersebut tidak berhenti.

Kemarahan terus membara di dalam diri Ambesh.

Dalam kondisi emosi yang tidak terkendali, Ambesh memukul kepala ibunya, Babita (63), menggunakan batang besi.

Saat ayahnya, Shyam Bahadur (65), berusaha mencari pertolongan, Ambesh menyerangnya secara brutal.

Ambesh memukuli Shyam berulang kali dan mencekiknya menggunakan tali.

Setelah membunuh orang tuanya, Ambesh mengambil gergaji yang disimpan di ruang bawah tanah rumah.

Ruang bawah tanah tersebut adalah lokasi yang sedang digunakan orang tuanya untuk pekerjaan konstruksi.

Ambesh memotong jasad korban menjadi tiga bagian.

Lalu potongan tubuh tersebut dimasukkan ke dalam enam karung semen.

Polisi menyebut, pelaku membersihkan noda darah menggunakan pakaian milik korban untuk menghilangkan jejak.

Ambesh selanjutnya membawa karung-karung tersebut menggunakan mobil.

Ia membuang sebagian besar potongan tubuh orang tuanya ke Sungai Gomti.

Satu bagian tubuh ibunya yang tidak muat ke dalam karung dibuang ke Sungai Sai saat ia melaju menuju Varanasi.

Menurut laporan media, pasangan lansia itu juga memiliki seorang putri bernama Vandana.

Setelah Vandana gagal menghubungi orang tuanya dan saudara laki-lakinya, ia mengajukan laporan orang hilang pada tanggal 13 Desember.

Laporan tersebut menjadi titik awal pengungkapan kasus ini.

Perkembangan signifikan terjadi pada 15 Desember, ketika polisi berhasil menemukan Ambesh.

Dalam pemeriksaan awal, tersangka beberapa kali memberikan keterangan yang berubah-ubah.

Namun, setelah interogasi mendalam, Ambesh akhirnya mengakui seluruh perbuatannya.

Perwira polisi senior, Ayush Srivastava, memimpin proses rekonstruksi tempat kejadian perkara dengan membawa tersangka ke rumah korban.

Hingga kini, tim penyelam telah menemukan satu bagian tubuh korban.

Operasi pencarian masih terus dilakukan untuk menemukan sisa jasad lainnya.

Polisi telah mendaftarkan kasus pembunuhan dan memastikan proses hukum terhadap tersangka akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

(cr19/tribun-medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved