Berita Internasional
Pengantin Wanita Batalkan Pernikahan dan Sandera Calon Suaminya karena Datang Dalam Kondisi Mabuk
Seorang wanita berusia 22 tahun membatalkan pernikahannya setelah mempelai pria dan teman-temannya datang dalam keadaan mabuk.
Penulis: Rena Elviana Purba | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com - Seorang wanita berusia 22 tahun membatalkan pernikahannya setelah mempelai pria dan teman-temannya datang dalam keadaan mabuk ke lokasi acara.
Tak hanya membatalkan pernikahan saja, wanita itu dan keluarganya menyandera calon pengantin pria dan pengiring pengantinnya.
Mereka meminta dan mengancam pria tersebut untuk mengembalikan mahar pernikahan yang sudah diberikan.
Dilansir dari India Today, Rabu (25/2/2026) kejadian ini diketahui terjadi di desa Tikri, Kota Prayagraj, Uttar Pradesh, India.
Menurut laporan media, seorang petani di desa Tikri telah mengatur pernikahan putrinya dengan pria bernama Ravindra.
Ia percaya bahwa Ravindra merupakan sosok suami yang tepat untuk putrinya.
Ia mengatur pertemuan keduanya dan meminta putrinya untuk menikahi pria tersebut.
Setelah sang putri menyetujui pesta pernikahan tersebut, kedua belah pihak calon pengantin mengatur upacara pernikahan dan mas kawin yang layak.
Pihak calon mempelai wanita juga menyanggupi seluruh mas kawin yang diminta oleh calon pengantin pria.
Mereka berharap pesta pernikahan berjalan dengan lancar dan meriah.
Namun pada hari pernikahan, mempelai pria dan beberapa pengiring pengantinnya tiba di lokasi dalam keadaan mabuk.
Calon pengantin wanita kesal saat melihat Ravindra mabuk di hari pernikahan mereka.
Namun Ravindra tidak peduli, bahkan ia memaksa calon istrinya untuk menari bersama-sama sebelum upacara dimulai.
Wanita itu dan keluarganya terus mengabaikan ajakan mempelai pria dan teman-temannya.
Namun situasi berubah saat Ravindra mulai bersikap kasar dengan mempelai wanita.
Wanita itu menolak untuk berdansa, yang rupanya membuat pengantin pria marah dan ia membuat keributan.
Kesal dengan perilakunya, wanita itu membatalkan pernikahan.
Keluarga pengantin wanita pun segera menahan pengantin pria dan keluarganya.
Mereka mendesak Ravindra untuk mengembalikan seluruh mahar pernikahan yang sudah diberikan.
Mereka menuntut pertanggungjawaban Ravindra karena mabuk di hari pesta pernikahan.
Keluarga Ravindra sempat menolak untuk mengembalikan mahar pernikahan.
Mereka berusaha membujuk calon pengantin wanita agar melanjutkan upacara pernikahan.
Karena kondisi yang semakin tidak terkendali, salah satu kerabat menghubungi pihak kepolisian.
Polisi tiba di lokasi kejadian untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Wanita itu tetap menolak untuk menikahi pria tersebut.
Masalah tersebut terselesaikan ketika keluarga mempelai pria setuju untuk mengembalikan uang tunai dan barang-barang lainnya kepada keluarga wanita itu.
(cr19/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Model Ditemukan Tewas di Kamar, Polisi Temukan Diari Kekasih Korban yang Berisi Pesan Mencurigakan |
|
|---|
| Demi Kawin Lari dengan Kekasih, Wanita ini Tega Bunuh Kedua Anaknya saat Sang Suami Pergi Bekerja |
|
|---|
| Desakan AS agar Iran Setujui Tuntutan Donald Trump, Pembukaan Selat Hormuz Jadi Syarat Perdamaian |
|
|---|
| Donald Trump akan Temui Xi Jinping Pertengahan Mei 2026, Konflik AS dan Iran Jadi Topik Pembahasan |
|
|---|
| Cemburu Berujung Maut, Pria Aniaya Kekasihnya hingga Tewas lalu Sembunyikan Jasad selama 17 Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ilustrasi-pengantin-India.jpg)