Berita Internasional

Pengantin Wanita Batalkan Pernikahan dan Sandera Calon Suaminya karena Datang Dalam Kondisi Mabuk

Seorang wanita berusia 22 tahun membatalkan pernikahannya setelah mempelai pria dan teman-temannya datang dalam keadaan mabuk.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PERNIKAHAN DIBATALKAN - Ilustrasi pengantin wanita. Seorang wanita di Prayagraj, Uttar Pradesh, India membatalkan pernikahannya setelah calon mempelai pria dan teman-temannya datang dalam keadaan mabuk ke lokasi acara. Ia dan keluarganya menahan calon pengantin pria, menuntutnya untuk mengembalikan seluruh mahar pernikahan yang diberikan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang wanita berusia 22 tahun membatalkan pernikahannya setelah mempelai pria dan teman-temannya datang dalam keadaan mabuk ke lokasi acara.

Tak hanya membatalkan pernikahan saja, wanita itu dan keluarganya menyandera calon pengantin pria dan pengiring pengantinnya.

Mereka meminta dan mengancam pria tersebut untuk mengembalikan mahar pernikahan yang sudah diberikan.

Dilansir dari India Today, Rabu (25/2/2026) kejadian ini diketahui terjadi di desa Tikri, Kota Prayagraj, Uttar Pradesh, India.

Menurut laporan media, seorang petani di desa Tikri telah mengatur pernikahan putrinya dengan pria bernama Ravindra.

Ia percaya bahwa Ravindra merupakan sosok suami yang tepat untuk putrinya.

Ia mengatur pertemuan keduanya dan meminta putrinya untuk menikahi pria tersebut.

Setelah sang putri menyetujui pesta pernikahan tersebut, kedua belah pihak calon pengantin mengatur upacara pernikahan dan mas kawin yang layak.

Pihak calon mempelai wanita juga menyanggupi seluruh mas kawin yang diminta oleh calon pengantin pria.

Mereka berharap pesta pernikahan berjalan dengan lancar dan meriah.

Namun pada hari pernikahan, mempelai pria dan beberapa pengiring pengantinnya tiba di lokasi dalam keadaan mabuk.

Calon pengantin wanita kesal saat melihat Ravindra mabuk di hari pernikahan mereka.

Namun Ravindra tidak peduli, bahkan ia memaksa calon istrinya untuk menari bersama-sama sebelum upacara dimulai.

Wanita itu dan keluarganya terus mengabaikan ajakan mempelai pria dan teman-temannya.

Namun situasi berubah saat Ravindra mulai bersikap kasar dengan mempelai wanita.

Wanita itu menolak untuk berdansa, yang rupanya membuat pengantin pria marah dan ia membuat keributan.

Kesal dengan perilakunya, wanita itu membatalkan pernikahan.

Keluarga pengantin wanita pun segera menahan pengantin pria dan keluarganya.

Mereka mendesak Ravindra untuk mengembalikan seluruh mahar pernikahan yang sudah diberikan.

Mereka menuntut pertanggungjawaban Ravindra karena mabuk di hari pesta pernikahan.

Keluarga Ravindra sempat menolak untuk mengembalikan mahar pernikahan.

Mereka berusaha membujuk calon pengantin wanita agar melanjutkan upacara pernikahan.

Karena kondisi yang semakin tidak terkendali, salah satu kerabat menghubungi pihak kepolisian.

Polisi tiba di lokasi kejadian untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Wanita itu tetap menolak untuk menikahi pria tersebut.

Masalah tersebut terselesaikan ketika keluarga mempelai pria setuju untuk mengembalikan uang tunai dan barang-barang lainnya kepada keluarga wanita itu.

(cr19/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved