Kesehatan

8 Cara Memilih Sepatu Lari yang Cocok Bagi Pemula Agar Tetap Aman

Ada 8 cara memilih sepatu lari bagi pemula agar tetap aman saat digunakan. Berikut ini beberapa tipsnya.

Editor: Array A Argus
Pinterest/Jose Rogelio Cervantes Perez
SEPATU LARI- Ilustrasi sepatu lari yang nyaman digunakan saat berada di lintasan.(Pinterest/Jose Rogelio Cervantes Perez) 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Dalam memulai olahraga lari, pastinya harus memilih sepatu lari yang nyaman dan tidak boleh sembarangan.

Selain mendukung performa olahraga, sepatu lari yang tepat juga sangat penting untuk kesehatan kaki, lutut, hingga tulang belakang.

Memilih sepatu lari yang salah dapat mengakibat berbagai masalah kesehatan dan performa.

Baca juga: 6 Tips Mendapatkan Saldo DANA Kaget Beserta Aplikasinya

Beberapa akibat yang bisa terjadi, seperti plantar fasciitis, shin splints, keseleo, hingga cedera lutut.

Tak hanya itu, kesalahan memilih sepatu juga dapat menyebabkan timbulnya kapalan, lecet, bahkan infeksi pada kaki, serta mempengaruhi postur tubuh yang buruk  karena ketegangan pada otot dan sendi. 

Sebelum memulai olahraga lari, mari pelajari dan mengenal tips atau cara memilih sepatu lari yang tepat melalui uraian di bawah ini!

Lari pagi
Lari pagi (Shutterstock)

8 Cara Memilih Sepatu Lari 

Tips ini dirangkum dari Runners Need, Fit Hub, Runner’s World, Rei.

Berikut beberapa tips memilih sepatu yang sehat untuk olahraga lari:

Baca juga: Tips Memasak Resep Masakan di Grow Garden Beserta Hadiah yang Didapatkan

1. Kenali Tipe Kaki Anda

Sebelum memulai olahraga lari, kenali dahulu tipe kaki anda.

Setiap individu mempunyai jenis lengkungan yang berbeda-beda.

Ada 3 jenis lengkungan pada kaki, yaitu rendah (datar), sedang, dan tinggi.

Perbedaan lengkungan ini memengaruhi kemampuan kaki dalam menyerap benturan serta menentukan jenis dukungan yang tepat dari sepatu lari yang digunakan.

Baca juga: Tips "cari_aman" saat Menyalip

2. Pahami Gaya Berjalan

Setiap pelari memiliki gaya berjalan dan mekanisme yang berbeda.

Penting bagi pelari untuk memahami gerakan alami kaki saat berjalan, yang dikenal dengan pronasi.

Dalam menentukan jenis pronasi, pelari dapat meminta bantuan spesialis alas kaki untuk mengamati gaya berjalan saat berlari.

Terdapat 3 jenis pronasi, yaitu netral, overpronation, dan underpronation. 

Baca juga: Cara Aman Mengunduh dan Menggunakan Free Fire Beta Testing APK, Perhatikan 13 Langkah Ini

Pronasi netral: kaki bergerak dengan cara yang seimbang dengan memberikan dukungan yang baik saat berlari.

Overpronation: kaki cenderung berputar lebih ke dalam, berbeda dengan yang seharusnya sehingga dapat menyebabkan cedera.

Underpronation (supinasi: kondisi ini terjadi ketika kaki tidak cukup berputar ke dalam sehingga dapat mengakibatkan tekanan berlebihan pada bagian luar kaki.

Jika pelari memahami jenis pronasinya, maka dapat degan mudah memilih alas kaki yang tepat untuk mendukung gaya berjalan dan mengurangi risiko cedera.

Baca juga: Mengenal Social Spy WhatsApp dan Cara Aman Menggunakannya

Ilustrasi Lari pagii
Ilustrasi Lari pagii ()

3. Cari Tahu Panjang Kaki 

Jika tipe dan gaya berjalan sudah dikenali dan dipahami, maka diperlukan untuk mencari tahu ukuran kaki.

Hal ini penting diukur setiap ingin membeli sepatu, karena meskipun kaki manusia tampak statis, namun juga dapat berubah ukuran seiring berjalannya waktu.

4. Tentukan Lokasi Lari

Untuk mendapatkan sepatu lari yang nyaman, tentukan dahulu target lokasi untuk Anda berlari.

Jika Anda berlari dipermukaan keras, seperti aspal, trotoar, atau jalanan kota, maka pilihlah sepatu road running yang ringan sol datar dan halus.

Baca juga: Mengenal Sekretom dan Manfaatnya Bagi Tubuh Manusia, Waspadai Medis Ilegal

Jenis ini diatur untuk memberikan kenyamanan serta trek yang stabil dipermukaan padat dan rata. 

Sebaliknya, jika Anda berlari di medan bebatuan, berlumpur, penuh akar pohon, tanjakan, dan turunan, maka gunakan sepatu trail running.

Sepatu ini mempunyai lug yang lebih besar untuk mencengkeram medan yang tidak rata serta dapat melindungi kaki dari batu atau benda tajam.

Sementara itu, lari di lintasan atletik membutuhkan sepatu khusus yang disebut sepatu lari lintasan.

Sepatu ini dirancang dengan minimalis dan sangat ringan, dilengkapi paku kecil di sol luar untuk memberikan cengkraman maksimal di trek.

Bagian atasnya terbuat dari bahan jaring yang ringn untuk mengurangi beban saat berlari. 

5. Beli Sepatu di Sore atau Malam Hari

Ukuran kaki manusia cenderung membengkak setelah beraktivitas seharian.

Oleh sebab itu sebaiknya membeli sepatu di sore atau malam hari untuk mendapatkan ukuran yang sesuai.

Hal ini dilakukan untuk mencegah agar sepatu tidak terasa sempit saat akan dicoba lari.

6. Gunakan Kaus Kaki Lari saat Mencoba Sepatu 

Gunakan kaus kaki yang biasa dipakai saat mencoba sepatu lari dapat membantu Anda untuk memastikan kecocokan dari ukuran dan kenyamanan sepatu saat digunakan dalam kondisi sebenarnya.

7. Perhatikan Ruang Jari 

Ketika mencoba sepatu, pastikan ada ruang sekitar 1 cm (lebar ibu jari) antara ujung jari kaki dan bagian depan sepatu.

Ruang ini penting diketahui untuk menghindari lecet dan memberi ruang saat kaki membengkak selama lari jarak jauh.

8. Hindari Membeli Sepatu Viral

Sepatu yang sedang viral belum tentu akan cocok dengan bentuk kaki atau gaya berjalan Anda.

Maka prioritaskan fungsi dan kenyamanan daripada tren atau tampilan luar.(ray/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved