Kesehatan

Waspadai Penyakit saat Banjir, Ada yang Menular Lewat Air dan Hewan Pembawa Bakteri

Sejumlah penyakit saat banjir yang bisa menular lewat air tercemar diantaranya diare dan demam tifoid.

Tayang:
Editor: Array A Argus
BNPB
EVAKUASI- Petugas BPBD Kabupaten Agam saat mengevakuasi korban banjir. Curah hujan yang tinggi menyebabkan sejumlah kawasan di Sumatera terendam banjir. 
Ringkasan Berita:
  • Saat cuaca buruk, khususnya ketika banjir ada beberapa penyakit yang berpotensi melanda masyarakat
  • Beberapa diantara penyakit saat banjir yang umum terjadi adalah diare
  • Masyarakat diminta waspada terhadap hewan pemebawa virus

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Cuaca buruk di sejumlah wilayah di Sumatera Utara menyebabkan bencana banjir dan juga longsor.

Dalam kondisi cuaca seperti ini, masyarakat pun diimbau terhadap penyakit saat banjir yang bisa mengganggu kesehatan masyarakat.

Biasanya, penyakit itu bisa menyebar melalui air yang tercemar.

Bahkan, ada juga penyakit yang menyebar melalui hewan pembawa virus.

Dilansir dari Tribun-medan.com, ada beberapa penyakit saat banjir yang bisa saja terjadi saat ini.

Baca juga: KONDISI Jalinsum Medan-Aceh Lumpuh Total Akibat Banjir, Ribuan Warga Besitang Mulai Hilang Sinyal

BANJIR TAPUT - Kondisi 60 rumah warga terendam banjir di Desa Sitolubahal dan Desa Robean, Kecamatan Purba Tua, Kabupaten Tapanuli Utara, Selasa (25/11/2025). Selain itu, ada 4 orang dalam satu keluarga luka akibat rumahnya rusak kena longsor.
BANJIR TAPUT - Kondisi 60 rumah warga terendam banjir di Desa Sitolubahal dan Desa Robean, Kecamatan Purba Tua, Kabupaten Tapanuli Utara, Selasa (25/11/2025). Selain itu, ada 4 orang dalam satu keluarga luka akibat rumahnya rusak kena longsor. (TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA)

dr Delyuzar SpPA (K), Ketua Jaringan Kesehatan Masyarakat yang saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan I di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) pernah menjelaskan beberapa penyakit saat banjir yang umum terjadi. 

Pada Oktober 2013 silam, Delyuzar pernah diwawancarai Tribun-medan.com.

Keterangan Delyuzar itu masih relevan dengan kondisi saat ini.

"Masyarakat diharapkan untuk mewaspadai berbagai penyakit yang timbul pada musim hujan dan banjir, penyakit penyakit yang harus diantisipasi, seperti penyakit Diare. Saat banjir, sumber-sumber air minum masyarakat seperti dari sumur dangkal akan banyak ikut tercemar, saat banjir, biasanya ada masyarakat yang mengungsi, mungkin sarana dan fasilitas air bersih terbatas, ini  bisa menjadi penyebab terjadinya penyakit diare,” kata Delyuzar, Oktober 2013.

Baca juga: Banjir di Langkat Rendam 9 Kecamatan, Pemkab Minta Camat dan Kades Gerak Cepat

Ia menyarankan, agar mencuci tangan memakai sabun waktu akan makan dan setelah BAB (Buang Air Besar), merebus air minum sampai mendidih dan menjaga kebersihan lingkungan.

“Demam berdarah juga perlu di waspadai, banyaknya kaleng bekas, ban bekas dan lainnya dapat menjadi  tempat berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti atau  nyamuk penular penyakit demam berdarah,”ujarnya

Dia menambahkan, ada penyakit Leptospirosis yang disebabkan bakteri yang disebut leptospira.

“Penularannya melalui kotoran dan air kencing Tikus, yang akan bercampur dengan air banjir, orang yang memiliki luka, ketika bermain atau terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka orang tersebut berpotensi dapat terinfeksi dan jatuh sakit, kalau ada luka, bila harus kena air sebaiknya memakai septu dan bila mengalami gejala panas tiba-tiba, sakit kepala dan menggigil segeralah ke pelayanan kesehatan,”ungkapnya.

Baca juga: 26 Kawasan di Sumut Terdampak Siklon Senyar, BMKG: Masih Berpotensi Hujan Lebat

Delyuzar mengatakan, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyebabnya seperti berupa bakteri, virus, dan berbagai mikroba lainnya, gejala utama berupa batuk dan demam, mungkin juga disertai sesak napas, nyeri dada, dan lainnya.

“Penyakit kulit yang dapat berupa infeksi, alergi, atau bentuk lain, penyakit saluran cerna yang lain misalnya demam tifoid, karena itu selalu perhatikan kebersihan makanan yang akan dikonsumsi,”jelasnya

Dia menuturkan, penyakit lainnya adalah  perburukan penyakit kronik  yang mungkin memang sudah diderita. ”Lamanya musim hujan dan banjir, bisa menyebabkan daya tahan tubuh berkurang,”tuturnya
 
Dia berharap kepada Dinas Kesehatan selain membuka Posko Kesehatan  dan pelayanan kesehatan di Psukesmas, juga melakukan penyuluhan pasca banjir tentang bagaimana antisipasi penyakit saat terjadinya banjir.

Personel Brimob Polda Sumut mengevakuasi mobil pertamina yang terjrbak pada jalan yang terputus akibat longsor di Tapanuli Tengah, saat dua unit SAR dikerahkan untuk percepatan penanganan bencana, Selasa (25/11/2025).
Personel Brimob Polda Sumut mengevakuasi mobil pertamina yang terjrbak pada jalan yang terputus akibat longsor di Tapanuli Tengah, saat dua unit SAR dikerahkan untuk percepatan penanganan bencana, Selasa (25/11/2025). (Tribunnews.com/ist)

Baca juga: Siapkan Alat Berat dan Lakukan Koordinasi, BPBD Karo Antisipasi Bencana Banjir dan Longsor

Klasifikasi Penyakit Saat Banjir

1. Penyakit yang Menular Melalui Air Tercemar

Jenis penyakit ini muncul karena kualitas air menurun akibat tercampur lumpur, limbah, atau kotoran.

a. Diare

  • Disebabkan oleh air minum yang tercemar.

  • Umum terjadi karena terbatasnya air bersih saat pengungsian.

  • Pencegahan: mencuci tangan dengan sabun, merebus air minum hingga mendidih, menjaga kebersihan lingkungan.

b. Demam Tifoid (Tipes)

  • Termasuk penyakit saluran cerna lainnya.

  • Disebabkan konsumsi makanan atau minuman yang tidak higienis.

  • Pencegahan: menjaga kebersihan makanan dan memastikan makanan dimasak dengan baik.


2. Penyakit yang Disebabkan Hewan Pembawa Bakteri

Penyakit ini muncul karena air banjir membawa bakteri dari hewan, terutama tikus.

a. Leptospirosis

  • Disebabkan bakteri Leptospira.

  • Menular lewat kotoran atau urin tikus yang bercampur dengan air banjir.

  • Risiko tinggi jika seseorang memiliki luka terbuka.

  • Pencegahan: gunakan sepatu bot saat kontak dengan air banjir, hindari bermain atau berendam di air banjir, segera ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala demam mendadak, menggigil, atau sakit kepala.


3. Penyakit yang Disebabkan Nyamuk

Banjir dapat menciptakan banyak genangan yang menjadi sarang nyamuk.

a. Demam Berdarah Dengue (DBD)

  • Disebabkan nyamuk Aedes aegypti.

  • Kaleng bekas, ban bekas, dan genangan air menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

  • Pencegahan: membersihkan lingkungan, mengubur barang bekas, dan menguras genangan air.


4. Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan

Mudah terjadi di lingkungan lembap dan padat, terutama di lokasi pengungsian.

a. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

  • Disebabkan oleh bakteri, virus, atau mikroba lainnya.

  • Gejala: batuk, demam, sesak, nyeri dada.

  • Pencegahan: menjaga kebersihan tempat tinggal, memakai masker, menghindari paparan asap.


5. Penyakit Kulit

Kontak dengan air banjir yang tercemar menjadi penyebab utamanya.

a. Infeksi dan Alergi Kulit

  • Dipicu oleh bakteri, jamur, atau alergi terhadap zat berbahaya di air banjir.

  • Pencegahan: mandi dengan sabun setelah terpapar air banjir, menjaga kulit tetap kering, memakai pakaian bersih.


6. Perburukan Penyakit Kronis

Musim hujan dan banjir bisa menurunkan daya tahan tubuh sehingga penyakit kronik makin memburuk.

Contoh penyakit kronik yang bisa kambuh:

  • Asma

  • Penyakit jantung

  • Diabetes

  • Hipertensi

Faktor risiko meningkat akibat stres, kurang istirahat, dan akses obat yang terbatas.


Ringkasan Klasifikasi Penyakit Saat Banjir

  1. Penyakit akibat air tercemar: Diare, demam tifoid.

  2. Penyakit akibat bakteri dari hewan: Leptospirosis.

  3. Penyakit akibat nyamuk: Demam berdarah (DBD).

  4. Penyakit pernapasan: ISPA.

  5. Penyakit kulit: Infeksi & alergi kulit.

  6. Perburukan penyakit kronis.

(tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved