Viky Sianpiar Racik Lagu Metalica Beraroma Batak
Viky Sianpiar Racik Lagu Metalica Beraroma Batak
"Udah dengar kan, gimana lagu batak dibuat modern,"ujar Viky, yang dibalas acungan dua jempol dari setiap penonton yang menyaksikan hingga ke luar area lapangan Benteng tempat dilangsungnya Live in Concert Viky Sianipar, Sabtu (4/6).
Disela-sela Trison menyanyikan lagu Alusi Au, Viky coba menggabungkan lagu batak tersebut dengan lagu barat. "Sekarang gimana kalau lagu barat kita buat batak,"ujar Viky dilanjutkan dengan menyelipkan lagu milik Metalica, berjudul Enter Sad Man diberi sentuhan aransemen gaya batak melalui alat gondang, dan seruling oleh Horem Sihombing. Yang untuk kesekian kalinya mendapat tepuk tangan para pengunjung yang didominasi anak remaja dewasa.
Tak kalah semarak dengan penampilan dari eks vokalis Edane, penyanyi yang juga sudah dielu-elukan oleh penonton akhirnya muncul. "Judika, Judika, Judika,"teriak penonton, kemudian sembari berlari menuju mikropon, jebolan Indonesian Idol itu langsung menyanyikan lagu Dijou Mulak. "Horas Medan, mejuah-juah,"sapa Judika.
Selain itu, pemilik nama Judika Sihotang juga menyanyikan singlenya yang mempopulerkan namanya berjudul "bukan rayuan gombal". "Duhai kekasihku hanyalah dirimu yang kumau, tiada yang lain di hati
Selamanya hanya "Br Silalahi," teriaknya menganti lirik "dirimu" jadi br Silalahi, karena kekasihnya yakni Duma Riris br Silalahi yang disambut sorak sorai dari penonton. "Huuuuuuu,"kata mereka
"Kalau lagu yang ini buat kalian yang masih Jomblo,"katanya dan ia pun langsung menyanyikan lagu Didia rokkappi dan disambut antusiasme penonton dengan menyanyi bersama. "Ternyata banyak yang masih jomblo yah,"ujarnya.
Dalam konser tersebut, Viky dan kawan-kawan total membawakan sembilan belas lagu. Diantaranya Cikala, Prompompom, Ser-pos, Kacang koro, Sahabat, Tortor Hon, Laila, Ansideng, Toba dream, Sing sing so, Tona Ni Tao, GG Song, Alusi Au, Dijou Mulak, Gombal, Didia rongkapi, Tilo-tilo Jamila, Piso surit dan ditutup dengan lagu Sinanggar, yang semua lagu tersebut diubah-ubah sehingga memadukan dua genre antara tradisional dan modern.