Keluar dari Koalisi? PKS Sumut Enggan Dianaktirikan
Menanggapi perihal keluarnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari k
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menanggapi perihal keluarnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari koalisi, jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sumatera Utara mengaku pasrah dengan apapun keputusan majelis syuro. Majelis Pertimbangan DPW PKS Sumut, Muhammad Nuh, mengatakan dirinya belum dihubungi DPP PKS pusat terkait kepastian keluar tidaknya PKS dari partai koalisi.
Namun meski belum tahu apa keputusan partai dakwah ini, ia mengaku santai dan lebih legowo jika partainya memang keluar dari setgab koalisi.
"Buat apa di dalam kalau dikuyo-kuyo. Istilah dalam bahasa Jawa itu. Artinya ditindas, dianaktirikan. Ibarat orang-orangan di sawah yang ngusir burung-burung itu," katanya sambil tertawa, ketika ditemui Tribun di ruang kerjanya, Rabu (12/6) Medan.
Ia mengakui perwakilan Sumut yang duduk di Majelis Syuro PKS, Idris Luthfi, juga ikut membahas posisi PKS dalam koalisi kedepannya. Apapun keputusan itu tidak akan mempengaruhi hubungan partainya dengan partai lainnya di DPRD Sumut. Karena koalisi serupa tidak dilakukan partainya di provinsi ini. (Ers/tribun-medan.com)