Lupa Siapa Pilot yang Bertugas, Pesawat Tak Terbang dan Penumpang Terlantar

Tapi ironis, pihak maskapai “lupa” mencantumkan dan menugaskan pilot yang akan menerbangkan pesawat itu.

TRIBUN-MEDAN.com – Sebuah penerbangan pesawat dari maskapai Air India terpaksa ditunda selama 12 jam. Pesawat ini berangkat dari London menuju New Delhi. Alasannya? Tidak ada pilot yang menerbangkan.

Pesawat ini tiba di Bandara Heathrow setelah 9 jam perjalanan dan dijadwalkan kembali ke Ibukota India malam itu juga. Tapi ironis, pihak maskapai “lupa” mencantumkan dan menugaskan pilot yang akan menerbangkan pesawat itu.

Air India says blamed the mix-up on delays in Mumbai, which 'led to a lot of changes in crew movement'

“Mereka lupa menempatkan pilot untuk bertugas,” kata seorang sumber yang enggan disebutkan namanya kepada Times of India.

Gara-gara kesalahan ini, maskapai Air India harus mengeluarkan duit lebih karena membayar penginapan seluruh penumpangnya yang berjumlah 200-an orang.

The return leg was delayed because Air India 'had not positioned any pilots in London', reports suggest

Bukan baru kali ini saja masalah pilot menimpa maskapai pesawat India. Pilot Air India Express dalam penerbangan dari Dubai ke Mangalore, bagian selatan India, dipersalahkan karena kecelakaan yang menewaskan 166 orang pada Mei 2010 lalu.

Hasil investigasi pemerintah India membuktikan, pilot dari Serbia bernama Zlatko Glusica itu mengalami disorientasi karena tertidur dalam penerbangan selama 3-4 jam itu, demikian laporan Hindustan Times.

Pejabat pemerintah India yang tidak mau disebut namanya membenarkan laporan Hindustan Times tersebut. Namun, pejabat tersebut menyatakan, laporan hasil investigasi itu akan diumumkan setelah disampaikan kepada parlemen India.

Tim penyelidikan menyebutkan, pilot Glusica terlambat bereaksi dan tidak mengikuti beberapa standar prosuder operasi saat penadaratan. Sementara, pihak maskapai penerbangan belum memberikan tanggapan soal temuan ini.

Menteri Penerbangan Sipil India, Praful Patel, mengakui kepada wartawan bahwa kementeriannya memang sudah menerima laporan soal itu pada Selasa (16/11/2010). Katanya, pemerintah akan mengambil tindakan setelah mempelajari laporan itu.

Insiden di Mangalore merupakan kecelakaan pesawat terparah di India sejak November 1996. Saat itu, 349 orang tewas akibat pesawat milik maskapai penerbangan Arab Saudi bertabrakan di udara New Delhi dengan pesawat kargo dari Kazakh.

Laporan ini menambah kekhawatiran di seluruh dunia tentang bahaya pilot yang kelelahan bekerja akibat jadwal kerja yang berat. (Eris Estrada/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved