breaking news
BREAKING NEWS: "Kupikir Gempa, Rupanya Udah Marak"
Isak tangis dan ratapan terus terlihat dari wajah Boru Marpaung, warga Jalan Murai, Kelurahan Sipinggol-pinggol
Laporan Wartawan Tribun Medan / Abul Muamar
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Isak tangis dan ratapan terus terlihat dari wajah Boru Marpaung, warga Jalan Murai, Kelurahan Sipinggol-pinggol, Kecamatan Siantar Barat, Rabu (11/2/2015).
Bukan tanpa sebab, Boru Marpaung baru saja mengalami musibah. Adalah si Jago Merah yang melalap habis rumah dan seluruh isinya pada Rabu pagi. Tangisnya pun tak lagi mengeluarkan air karena telah terlalu lama menangis.
"Huhuhu...ya Tuhan. Kenapalah seperti ini ya Tuhanku...," ucap Boru Marpaung.
Boru Marpaung, bersama keluarganya, pun kini menumpang di rumah salah satu tetangganya.
Kebakaran yang melanda rumah Boru Marpaung terjadi pada Rabu dini hari, sekitar pukul 00.15 WIB. Selain rumah yang dihuni Boru Marpaung, dua rumah lainnya yang ia kontrakkan, juga ikut ludes. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian ditaksir mencapai Rp 800 juta.
Dari informasi yang dihimpun, api awalnya berasal dari salah satu kamar di rumah Boru Marpaung. Saat kejadian, seluruh anggota keluarga tengah akan tidur malam.
"Dari kamar depan. Memang kudengar juga ada suara kretek-kretek. Kupikir gempa. Rupanya udah marak," kata Boru Marpaung menceritakan.
Adapun dua rumah kontrakan Boru Marpaung yang ikut ludes terbakar, dihuni oleh Jeferson Tambubolon bersama tiga anak dan istrinya, serta satu lagi dihuni oleh Sunar bersama 4 anggota keluarganya. Jeferson dan keluarga kini menumpang di gereja, sedangkan Sunar menumpang di rumah salah satu tetangga.
"Pas lagi tidurlah kami. Pertama rumah Boru Marpaung dulu yang habis, baru menjalar ke tempat kami. Sekarang numpanglah kami di gereja," kata Jeferson.
Dua anak Boru Marpaung, yakni Jordan Imanuel Sigaian dan Oges Siagian, serta suaminya Mangapul Siagian, juga ikut meratapi musibah yang menimpa mereka.
"Ya, harapan kami adalah bantuan dari Pemko," ujar Mangapul Siagian, suami Boru Marpaung.
Mangapul mengatakan, saat mengetahui api telah berkobar di kamar depan yang biasanya ditempati anaknya, ia sempat berupaya meminta pertolongan tetangga dan mencoba memadamkan sendiri dengan air dari bak kamar mandi.
"Anakku si Oges lagi nonton TV di ruang tamu. Sempat kami minta tolong. Kami siram pake air. Sambil nunggu pemadam kan," katanya.
Namun ironis, akibat upayanya itu, Mangapul justru terjilat api dan mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuhnya, seperti punggung, tangan, dan leher.
(amr/tribun-medan.com)