Belum Sah ke Siantar Kalau Tidak Naik BSA
Belum sah rasanya apabila ke Kota Siantar namun belum merasakan becak Birmingham Small Arm (BSA). Yaps, itu dikarenakan cuma di kota terbesar kedua
Laporan Wartawan Tribun Medan / Silfa Humairah
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Belum sah rasanya apabila ke Kota Siantar namun belum merasakan becak Birmingham Small Arm (BSA). Yaps, itu dikarenakan cuma di kota terbesar kedua ini motor BSA buatan Inggris.
Bagi Anda yang sudah pernah ke Sumatera Utara khususnya Kota Siantar pasti sudah pernah mendengar becak BSA Siantar dan sudah pasti Anda sebagai pendatang langsung menaiki becak yang cuma ada di Kota Siantar tersebut.
Becak Siantar berbeda dengan becak-becak lain di Indonesia karena memiliki keunikan tersendiri. Becak Siantar menjadi terkenal karena ditarik motor besar tua bermesin 350 CC sampai dengan 500 CC yang biasa dipakai kendaraan sepeda motor Harley Davidson.
Jhoni, Anggota Komunitas Pelestari Becak Siantar menuturkan Becak Siantar merupakan peninggalan dari penjajah yang pernah menjajah Kota Siantar, yang juga digunakan orang Belanda pada masa itu sebagai alat transportasi.
"Becak Siantar memiliki roda tiga dan merupakan sepeda motor yang sudah langka. Inggris, sebagai pembuat motor BSA hanya memiliki sekitar 800 unit, Australia 400 unit, Firlandia 250 unit, sedangkan di Pematangsiantar adalah lokasi terbanyak yang masih memiliki sekitar 1000 unit," katanya.
Secara umum, motor BSA masuk ke Indonesia pada masa peralihan tentara Jepang ke tentara Sekutu (Belanda-Inggris). BSA kemudian menyebar ke daerah-daerah jajahan Belanda, termasuk ke Siantar.
Rata-rata usia motor sudah mencapai 60 tahunan. Motor yang saat ini berjumlah sekitar 400 unit itu ada yang dibuat tahun 1941, 1948, 1952, dan yang lebih "gres" buatan tahun 1956.
"Becak Siantar sudah dapat dijadikan menjadi salahsatu situs purbakala, karena sesuai dengan Undang Undang Nomor 5 Tahun 1992, setiap benda peninggalan sejarah di atas usia 50 tahun dapat dinyatakan cagar budaya dan wajib dilindungi pemerintah," jelasnya.
Walaupun menjadi transportasi yang cukup unik dan terkenal, naik Becak Siantar tidak mahal alias tarifnya sesuai jarak. Jika wisatasan ingin keliling siantar atau menjelajah ke Sidamanik, hanya cukup merogoh kocek Rp 70 ribu dengan memakan waktu sekitar 1 jam.
Jika jarak wisata yang dekat, sekitar 10 menitan dari kota Siantar, seperti Taman Hewan Siantar, ongkosnya sekitar Rp 7 ribu hingga 10 ribu. Ayo, sudahkah Anda naik becak Siantar? Kalau belum tunggu apalagi?
(sil/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/perusda-tawarkan-keliling-siantar-naik-becak-bsa_20150514_134319.jpg)