Pilkada Serentak
Dilarang ke Warung Kopi, Ketua Panwaslih Medan: Masak Sampai Segitunya
Pernyataan Ketua Bawaslu RI, Muhammad agar penyelenggara pilkada Sumut tidak nongkrong di warung kopi ditanggapi santai ketua Panwaslih Medan.
Laporan Wartawan Tribun Medan / Joseph Ginting
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pernyataan Ketua Bawaslu Republik Indonesia, Muhammad agar penyelenggara pilkada Sumut tidak nongkrong di warung kopi ditanggapi santai ketua Panwaslih Medan, Raden Admiral. Raden bilang penyelenggara pemilu memang harus bijak.
"Masak sampai segitunya (dilarang ke warung kopi). Yang betul," katanya Raden sempat mempertanyakan, Kamis (3/12/2015). Raden sempat kaget dengan pernyataan Muhammad. Namun beberapa saat kemudian, Raden menanggapi dengan santai.
Menurut Raden, pernyataan Muhammad tersebut harus disikapi dengan positif. Menurutnya, saat ini banyak masyarakat yang menjadikan warung kopi sebagai tempat untuk membahas mengenai pilkada Kota Medan.
Banyak pula yang menjadikan warung kopinya sebagai "base camp" pemenangan.
"Ya kalau kita lihat di warung kopi itu banyak orang partai, simpatisan bahkan tim pemenangan, kita cari warung lain," katanya.
Namun bila warung kopi tersebut dianggap "bersih" dari pembicaraan politik bahkan transaksi politik, penyelenggara pilkada diangap sah-sah saja saat hendak nongkrong di warung itu.
(wes/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/raden_deni_admiral_20151111_180605.jpg)