Pasangan 'Tukar Body' Ini Minta Pernikahannya Diakui Secara Resmi

Sam dan Yollie ingin pernikahan mereka tercatat di akta resmi. Dalam arti, diakui sepenuhnya oleh negara.

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
FOTO-FOTO: COCONUT BANGKOK

TRIBUN-MEDAN.com - Sam dan Yollie sekilas pintas terlihat seperti pasangan pada umumnya. Sam kelihatan tampan, sedangkan Yollie cantik. Normal-normal saja. Bahkan boleh dibilang, dari tampilan fisik, mereka boleh membuat iri pasangan lain.

Akan tetapi, banyak yang tak tahu bahwa keduanya adalah transgender. Masing-masing telah "bertukar body", telah "berganti tubuh".
Yollie, yang secara fisik perempuan, sesungguhnya dilahirkan sebagai lelaki. Sebaliknya Sam, yang demikian tampan dan macho, dulunya seorang perempuan.

Mereka telah dua tahun berhubungan dan berencana menikah. Berbeda dengan pernikahan-pernikahan transgender lain, Sam dan Yollie ingin pernikahan mereka tercatat di akta resmi. Dalam arti, diakui sepenuhnya oleh negara.

"We think about our future," kata Yollie sebagaimana dikutip oleh Coconut Bangkok, tengah pekan lalu. Selain masa depan, keduanya berencana memperoleh keturunan. "Dan anak-anak kami kelak, juga diakui oleh negara," ucapnya menambahkan.

Tapi di sinilah letak persoalannya. Pemerintah negara mereka, Thailand, ternyata tidak "merestui" hubungan ini.

Keputusan yang terkesan mengejutkan. Sebab Thailand terlanjur dikenal sebagai "sorga" bagi kaum transgender. Di lokasi-lokasi wisata, terutama di seputaran Pattaya, para transgender terlibat dalam bisnis prostitusi yang dilegalkan.

Transgender-transgender cantik, terutama waria, juga berasal dari Thailand. Wakil-wakil Thailand berkali-kali memenangi mahkota Miss Tiffany's Universe, sebangsa kontes ratu kecantikan dunia untuk kaum transgender. Total terdapat 5.000 transgender di negara ini.

Lalu apa yang menjadi alasan pernikahan mereka ditolak? Seperti umumnya di negara-negara Asia, pemerintah Thailand tidak melegalkan perubahan identitas gender yang dilakukan lewat mekanisme operasi kelamin. Meski secara fisik berubah, negara tetap berpegang pada dokumen awal.

Namun argumentasi ini mendapat sanggahan dari pihak Sam dan Yollie. Mereka bukan pasangan sejenis. Jika mengacu pada dokumen awal, maka jelas, keduanya beda gender. Sebab Sam adalah perempuan dan Yollie adalah laki-laki. Bedanya, sekarang mereka "bertukar body". Sam yang dulu perempuan kini lelaki, sedangkan Yollie yang laki-laki sekarang perempuan.

"Kami hanya ingin pengakuan dari negara. Itu saja," ujar Yollie.(ags)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved