Gyproc Kenalkan Teknologi Drywall System pada Produk Terbarunya
"Drywall system dari Gyproc atau dapat juga disebut dengan Gypwall merupakan pilihan tepat untuk bangunan-bangunan di Indonesia karena begitu banyak"
Penulis: Ayu Prasandi |
Laporan Wartawan Tribun Medan / Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PT Saint Gobain Construction Products Indonesia (SGCPI) sebagai produsen papan gypsum, Gyproc kembali menawarkan inovasi pada produknya. Kali ini, Gyproc menghadirkan produk dengan teknologi drywall system.
Marketing Director SGCPI, Won Siew Yee, saat media briefing di Hotel Four Points Medan, mengatakan, teknologi drywall system merupakan salah satu alternatif baru bagi masyarakat Indonesia untuk membangun atau merenovasi rumah.
"Dengan berkembangnya perekonomian dan sektor properti di Kota Medan yang menjadi pusat perekonomian di wilayah Sumatera, menjadi peluang bagi Gyproc untuk memperkenalkam teknologi terbaru tetsebut," ujarnya, Jumat (8/9/2017).
Baca: Unjuk Rasa, Ribuan Massa Lakukan Salat Jamaah dan Berdoa Ini Untuk Umat Rohingya
Ia menuturkan, inovasi terbaru tersebut sebagai pengganti dinding konvensiomal dengan mengaplikasikan yang mudah, efisier dan pengerjaan yang sangat cepat.
"Drywall system dari Gyproc atau dapat juga disebut dengan Gypwall merupakan pilihan tepat untuk bangunan-bangunan di Indonesia karena begitu banyak kelebihan yang dimiliki produk ini," tuturnya.
Ia menjelaskan, produk tersebut memiliki kelebihan salah satunya yaitu lebih efisien dalam pengaplikasian.
"Drywall system dapat diartikan sebagai sistem dinding kering yaitu sebuah sistem partisi atau dinding dalam ruangan yang terdiri dari papan gypsum yang dipasanh pada sebuah rangka dengan menggunakan bantuan skrup khusus," jelasnya.
Ia menerangkan, disebut drywall karena merupakan bentuk dari kontruksi kering yang tidak menggunakan batu bata dan semen basah sebelum proses pengecatan.
"Dengan sistem dinding kering tersebut, pengguna dapat mengurangi pemakaian air, mempercepat waktu konstruksi hingga 30 persen, tidak memerlukan proses penambalan, serta tidak menghasilkan banyak kotoran pada area kerja yang mampu mengurangi labor cost hingga 25 persen,"terangnya.
Ia mengatakan, drywall menjadi solusi yang efektif karena merupakan bahan bangunan yang ramah lingkungan dan 100 persen dapat didaur ulang serta dapat mengurangi potensi pemanasan global hingga 79 persen.
(pra/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/managemen-pt-saint-gobain-construction-products-indonesia_20170908_183551.jpg)