Baca Edisi Cetak Tribun Medan
Sempat Bikin Resah, Ternyata Ini Penyebab Telor 'Karet' Menurut BBPOM
"Setelah kita uji sampel telur yang bermasalah itu, tidak mengandung plastik atau karet," kata Tarigan.
MEDAN, TRIBUN-Balai Besar Pengawas Obat dan Makan (BBPOM) Medan mengungkapkan kandungan pada telur diduga berbahan sintetis, yang beberapa hari belakang ini meresahkan warga Medan.
Telur tersebut langsung dicek kondisinya pada Sabtu (21/10) kemarin.
Kepala BBPOM Medan Sacramento Tarigan, menjelaskan, hasil tes terhadap telur yang diduga berbahan sintetis itu memang bermasalah secara alami. Tanpa adanya campur tangan pihak-pihak yang melakukan manipulasi atau pemalsuan.
"Setelah kita uji sampel telur yang bermasalah itu, tidak mengandung plastik atau karet, melainkan dikarenakan protein yang menggumpal pada telur tersebut," ujar Sacramento pada Tribun, Senin (23/10).
Sacramento menegasakan, kondisi yang terjadi pada telur tersebut kemungkinan disebabkan karena penyimpanannya yang salah. Karena, jika protein pada telur terkena panas yang tanggung, maka protein akan menggumpal.
Selain itu, bisa saja dikarenakan gagal menetasnya telur saat dierami oleh sang induk. Itulah yang bisa menyebabkan telur yang sebelumnya ditemukan oleh Noermansyah, Jumat (20/10) kemarin rusak.
"Siapa tahu penyimpanannya salah, kita juga akan telusuri jangan-jangan ada modus telur yang gagal netas juga dijual," pungkas Sacramento.
Selain melakukan pengecekan pada sampel telur, BBPOM Medan juga lakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tempat asal telur tersebut. BBPOM Medan turut menggandeng tim dari Badan Ketahanan Pangan Kota Medan.
"Saya langsung hubungi teman-teman dari ketahanan pangan, agar pengawasannya bisa lebih luas," ujar Sacramento.
Sacramento mengimbau kepada masyarakat untuk teliti saat akan membeli telur ayam.
Diawali dengan melihat kondisi fisik pada telur, sampai mengecek kebersihannya. Ia menjelaskan kondisi telur ayam yang baik adalah cangkangnya tidak retak, warnanya tidak belang-belang (polos), bersih dari kotoran, dan tidak berbunyi saat digoyang-goyangkan. (cr4)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/telur-didiga-plastik_20171020_143022.jpg)