Limited Edition! Guinness Perkenalkan Kemasan Edisi Batik di Medan

Adrienne Gammie, mengatakan, ini adalah tahun ketiga Guinness memiliki kemasan dengan edisi batik tersebut.

Penulis: Ayu Prasandi |
Tribun Medan/Ayu
Perwakilan Guinness saat menunjukkan produk Guinness yang menggunakan kemasan edisi batik, Jumat (10/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Ayu Prasandi

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Guinness secara resmi memperkenalkan kemasan terbatasnya yaitu One Indonesia Edition yang menggunakan motif batik karya dari dua desainer asal Indonesia yaitu Darbotz dan Ykha Amelz.

Assistant Chief Representative Officer for Diageo in Indonesia, Adrienne Gammie, mengatakan, ini adalah tahun ketiga Guinness memiliki kemasan dengan edisi batik tersebut.

"Yang spesial di tahun ini adalah kemasan tersebut didesain langsung oleh desainer asal Indonesia yang mendesain kemasan edisi terbatas Guinness One Indonesia Edition menggunakan motif-motif batik berupa elemen-elemen kontras untuk menggambarkan bahwa perbedaan dapat bersatu dan menciptakan sesuatu yang lebih bermakna," ujarnya, Jumat (10/11/2017).

Baca: Penampilan Pemeran Yudhistira Kagetkan Netter saat Para Pangeran di Serial Mahabharata Reuni

Ia menerangkan, kemasan One Indonesia Edition tersedia untuk produk Guinness Foreign Extra Stout dan Guinness Zero sebagai apresiasi Guinness terhadap benang merah yang menyatukan keberagaman Indonesia dan menjadikan bangsa yang hebat bersama-sama.

"Guinness One Indonesia Edition terinspirasi oleh prinsip Pancha Mahabhuta yang menggabungkan unsur yang bertolak belakang seperti api dengan api, dan bumi dengan udara, untuk menciptakan pola yang harmonis dan menyatu," terangnya.

Baca: Menilik Alasan Bunga Zainal Mengaku Bangga Disebut dengan Predikat Ini

Ia menjelaskan, desainnya merupakan perwujudan dari semangat masyarakat Indonesia pada umumnya yang tercermin dalam kerja tim, pengambilan keputusan bersama dan pedoman nasional Bhineka Tunggal Ika.

"Motif batik pada masing-masing elemen melambangkan akar sejarah bangsa yang kuat dan kesatuan bangsa yang kokoh," jelasnya.

Ia menuturkan, desain yang diciptakan pada akhirnya menampilkan keharmonisan elemen-elemen batik yang bertentangan sama seperti karakter dua desainer yang berbeda namun mencerminkan persatuan semangat kebersamaan.(*)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved