Ibu Ingin Bersalin Normal setelah Dulu Jalani Caesar, Perhatikan Dulu Hal Berikut
Untuk menentukan jenis sayatan sesar mana yang digunakan, dokter mempunyai banyak pertimbangan.
TRIBUN-MEDAN.com - Ibu dapat bersalin normal setelah sesar, tapi dilihat dulu jenis irisan sesar terdahulu.
Dengan mengetahui jenis irisan sesar dulu, bisa diketahui apa risiko yang mungkin dialami.
Dalam operasi sesar dikenal dua teknik sayatan sesar, yaitu: memanjang di garis tengah tubuh (longitudinal linea mediana) dan melintang mengikuti garis lipatan kulit (pfannenstiel/transversal).
Baca: Tajir Melintir, Kolor Syahrini pun Harganya Fantastis
Baca: Daftar 10 Pembunuh Paling Sadis di Dunia, Satu dari Indonesia
Baca: Kendati Ayahnya Pria Terkaya di Indonesia, Sang Putri Tak Sungkan Berpacaran dengan Pria Biasa
Baca: Udar 7 Fakta Menyasar The Sacred Riana, Tak Dinyana Sifat Aslinya
Baca: Ulik 7 Fakta Terbaru Hanna Annisa usai Mengakui Perannya di Video Mesum yang Tersebar Luas
Baca: Sangat Mengejutkan, Pengakuan Pria yang Memperistri Bintang Film Panas
Jenis irisan sesar di kulit perut tidak sama dengan jenis irisan sesar di dalam rahim.
Bisa saja irisan di kulit perut bagian bawah itu horizontal/transversal, sedangkan sayatan di dalam rahim vertikal karena ada kondisi/penyulit tertentu.
Risiko rahim robek jauh lebih tinggi pada irisan rahim yang vertikal atau T-shaped (4—9%), sedangkan pada irisan rahim yang transversal/horizontal rendah (low transverse incision) angka risikonya jauh lebih kecil (0,2—1,5%).
Untuk menentukan jenis sayatan sesar mana yang digunakan, dokter mempunyai banyak pertimbangan.
Pertama, kecepatan untuk mencapai dan melahirkan janin; kedua, letak plasenta; ketiga, kosmetik; dan keempat, persiapan kemungkinan seksio sesarea (operasi sesar) pada kehamilan berikutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jenis-irisan-caesar_20171217_110856.jpg)