Breaking News

Publikasi Ilmiah Terindeks Scopus Meningkat, USU Peringkat Lima se-Indonesia

Peningkatan signifikan jumlah publikasi ilmiah yang terindeks scopus dari 360 menjadi 2.208.

Penulis: Chandra Simarmata |
Universitas Sumatera Utara (USU) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -

Peningkatan signifikan jumlah publikasi ilmiah khususnya yang terindeks scopus dalam tiga tahun terakhir (2016-2017-2018) membuat Universitas Sumatera Utara (USU) berada pada peringkat 5 dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia Versi Science and Technology Index Ristekdikti.

Hal ini diungkapkan oleh Rektor USU Prof. Dr. Runtung Sitepu, SH, M.Hum kepada Tribun Medan.

"Peningkatan signifikan jumlah publikasi ilmiah yang terindeks scopus dari 360 menjadi 2.208, sehingga untuk capaian tiga tahun terakhir (2016-2017-2018) USU berada pada peringkat 5 dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia," ujarnya.

Pantauan Tribun Medan, Minggu (2/9/2018), dari seluruh perguruan tinggi yang masuk rangking dan dipublish di situs Sinta2.Ristekdikti.go.id , Universitas Sumatera Utara (USU) memang saat ini menduduki posisi ke-5.

Sedangkan peringkat pertama hingga keempat masing-masing diduduki oleh universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gajah Mada (UGM), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Menurut Runtung, peningkatan tajam jumlah publikasi ilmiah di USU hingga mampu mengangkat posisi USU memang terbilang sesuatu yang luar biasa. Berdasarkan data bulan Januari 2016, kata Runtung, hanya ada sebanyak 360 publikasi ilmiah yang terindeks scopus.

"Jadi selama USU berdiri hingga awal tahun 2016, hanya ada 360 saja publikasi ilmiah terindeks scopus," imbuhnya.

Sementara itu, sambung Runtung, selama tiga tahun terakhir dari 2016 hingga 2018 telah terjadi peningkatan signifikan jumlah publikasi ilmiah yang terindeks scopus. Menurut data, kata Runtung, pada Juni 2018 ada lebih dari 2000 publikasi ilmiah yang terindeks Scopus yang telah dihasilkan USU.

"Alhamdulillah pada Juni 2018 kita sudah lebih dari 2000 publikasi ilmiah yang terinfeksi Scopus. Sehingga menempatkan usu sekarang ini pada posisi 5 dari perguruan tinggi yang ada di Indonesia kalau dilihat dari aspek pubikasi ilmiah yang terindeks Scopus," terangnya.

Lebih lanjut, Runtung menjelaskan, bahwa meningkatnya jumlah publikasi ilmiah yang dihasilkan USU, tak lepas dari meningkatnya minat dosen-dosennya untuk lebih giat melakukan riset. Selain itu, lewat kebijakannya selaku rektor yang memberikan insentif kepada dosen-dosen yang melakukan riset, juga turut menstimulus pada dosen untuk bergiat menulis di jurnal internasional.

"Untuk meningkatkan minat dosen melakukan riset dan menghasilkan publikasi ilmiah sebenarnya ada juga stimulan. Jadi Sejak saja dilantik jadi rektor pada Januari 2016 ada saya keluarkan satu peraturan rektor yang memberikan insentif kepada dosen yang menulis di jurnal internasional. Dengan itu mereka semakin terdorong," jelasnya.

Untuk Ke depan, Runtung mengatakan bahwa pihaknya pun akan terus meningkatkan jumlah publikasi ilmiah. Apalagi publikasi ilmiah tersebut memiliki bobot yang cukup besar dalam menentukan kualitas dan peringkat USU di masa mendatang.

"Itu memang menjadi perhatian khusus, dari tahun ke tahun minimal Rp 25 miliar disediakan dana untuk penelitian yang dilakukan dosen-dosen. Kalau memang ada dana lebih kita tambah lagi," ungkapnya.

Tak tanggung-tanggung, hingga akhir 2018 ini Runtung pun menargetkan civitas akademika USU mampu menghasilkan hingga 1000 publikasi ilmiah yang terindeks Scopus untuk mendorong kualitas dan peringkat USU.

"Oh harus kita tingkatkan terus publikasi ilmiah. Target USU untuk tahun 2018 sebanyak 1000 yang terindeks Scopus," tandasnya.

(cr11/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved