Mau Coba Es Krim Pare? Datang ke Business Workshare Project USU

"Kami mau menunjukkan kalau pare juga bisa dibuat menjadi makanan yang enak," kata Mifthanul.

kolase Tribun Medan
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Berawal dari kepedulian kepada teman-temannya yang tidak menyukai sayur, Winnie Winosa Tjandra membuat sebuah es krim berbahan dasar sayuran, yakni pare.

Es krim sayur buatannya ini, kini beradu di Business Workshare Project atau BWP kelima yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis (Improdias) Universitas Sumatera Utara (USU), Selasa (11/12/2018).

"Winnie kan sudah vegetarian, sementara aku dan seorang teman kami yang lainnya enggak suka makan sayur. Jadi Winnie bertanya sama kami makanan kesukaan kami apa, kami bilanglah es krim," tutur teman Winnie, Miftahul Mutiara Safni.

Ia menambahkan, karena Winnie ingin teman-temannya menyukai sayuran yang memiliki banyak manfaat, jadi ia menciptakan es krim berbahan dasar pare ini.

"Pare yang umumnya berasa pahit kalau diolah jadies krim rasanya berubah jadi manis juga. Jadi meski orang enggak suka makan sayur tetap bisa suka sama makanan ini," kata Winnie.

Mengingat bahwa di acara BWP kelima itu ada lomba business plan, mereka berinisiatif mendaftarkan diri pada lomba tersebut. Dari delapan peserta yang mengajukan proposal usaha, es krim pare ini melaju ke tahap presentasi dengan empat kelompok lainnya.

"Kami memilih pare karena pare jarang disukai sama orang karena rasa pahitnya. Kami mau menunjukkan kalau pare juga bisa dibuat menjadi makanan yang enak. Lagian ini jadi unik untuk orang lain," tutur Miftahul.

Satu scoop es krim pare dibandrol dengan harga Rp 5 ribu. Ice cream sudah dipindahkan ke wadah agar bisa lebih mudah disantap.

BWP sudah ada sejak lima tahun lalu. Sejak awal dibuat, BWP memang dibuat untuk wadah bagi para mahasiswa Administrasi Bisnis untuk mengimplementasikan ilmunya.

"Jadi enggak melulu belajar teori-teori aja. Melainkan bisa merasakan langsung pengalaman berbisnis. Kami juga ingin mengenalkan kepada orang-orang bahwa Administrasi Bisnis itu ada di bawah FISIP," tutur Ketua Panitia BWP kelima Benny Tri Syaphutra.

Untuk mengimplementasikan ilmu itu, Improdias menyelenggakan bazar di acara BWP ini. Bazar tersebut akan digelar Jumat (14/12/2018) di FISIP USU mulai pukul 10.00 WIB.

"Akan ada 40 stand, sebagian besar mahasiswa program studi administrasi bisnis yang isi, sisanya ada juga dari orang luar kampus. Yang dijual beragam mulai makanan, pakaian, perawatan kulit, dan lain-lain," tambah Koordinator Hubungan Masyarakat dan Dana, Artha Tambunan.

Untuk menambah ilmu dan motivasi mahasiswa berbisnis, panitia juga mengadakan seminar yang berjudul Encourage Milennial to be Creative in Business, Selasa (11/12/2018).

Seminar ini diikuti oleh 160 orang, bukan hanya dari mahasiswa administrasi bisnis, tapi juga dari mahasiswa program studi lain di FISIP. Panitia juga mengundang anak-anak muda yang sudah sukses di dunia bisnis sebagai pembicara.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved