Ingin Bantu Tetangga, Mimie Buka Usaha Kue Kering
Harga mulai dari Rp 100 ribu , jadi ada teman-teman yang bisa jadi reseller menjual Rp 140 ribu.
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN -
Kue kering atau cookies kerap menjadi salah satu hidangan yang wajib disajikan di meja ruang tamu atau keluarga saat hari raya perayaan atau acara tertentu, seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal, arisan atau sekedar kumpul bersama teman-teman di rumah.
Dengan begitu, tidak sedikit orang yang memanfaatkan moment tersebut dengan membuka peluang usaha kue kering. Hal ini tentu terdapat beberapa faktor yang membuat dirinya yakin untuk menjalankan usaha tersebut, diantaranya selain memiliki keahlian membuat kue, kini banyak orang yang sibuk dengan pekerjaannya sehingga mereka lebih baik membeli kue yang sudah jadi daripada harus repot-repot membuat kue sendiri.
Bagi Anda yang memiliki keahlian dalam membuat berbagai macam kue kering, sebaiknya manfaatkan keahlian tersebut dengan membuka usaha kue kering.
Pengusaha Kue Kering, Mimie mengatakan ia melihat potensi memasak yang ada pada tetangganya dalam membuat kue. Sehingga ia pun kini mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
"Tetangga saya tak punya pekerjaan, jadi dari tahun 2013, saya sudah membuka PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) sehingga ibu-ibu dapat keterampilan, kita juga buka PAUD dan bermacam-macam kegiatan kita buat dan teryata ada seorang ibu yang memang membutuhkan pekerjaan lalu kita angkat sebagai pengurus dan masak kue," ujar
Mimie.
Diakuinya, ia pun juga menyukai kuliner, dengan inovasi, belajar dan modal Rp 50 juta, Mimie pun mampu membuka usaha kue ini.
"Modal usaha untuk awal, sekitar Rp 50 juta hanya modal tepung dan kue, tapi untuk alatnya kita sudah beli, kayak ovennya, mixer, dan kita masih manual. Kebetulan kita tidak pakai oven listrik supaya kue kita tahan lama. Kue kita tahan sampai enam bulan, kalau kita pakai oven listrik kurang tahan lama," ucapnya.
Mimie mengatakan pihaknya menghadirkan lebih kurang 17 jenis kue diantaranya nastar, cornflakes, kacang, emping, kue bangkit, semprit, dan lain-lain. Harga kue mulai dari Rp 100 ribu perkilogram.
"Harga mulai dari Rp 100 ribu , jadi ada teman-teman yang bisa jadi reseller menjual Rp 140 ribu. Saya senang bila mereka mau jadi reseller, dan kita yang buat kuenya. Jadi saya bisa memperkerjakan tetangga-tetangga saya. Kita bisa membantu masyarakat sekitar itu yang membuat saya mempunyai kepuasan batin. Saya ingin membantu orang-orang yang ada di sekitar kita dengan kegiatan yang bermanfaat," jelasnya.
Dalam hal pemasaran, kata Mimie, ia memanfaatkan relasi dan media sosial. Selain Kota Medan, pemasaran kue juga sampai ke Jakarta, Aceh, Pekanbaru. Dengan bahan-bahan kue berkualitas, ia yakin bisnis kue ini tetap eksis dan bertahan.
"Kue kita menggunakan bahan-bahan berkualitas, kue kita tidak pakai pengembang jadi memang kita buat bahan bahan yang bagus.
Bisnis kue kalau pandangan saya kedepan menjanjikan, tiap tahun omzet penjualan bertambah," ucapnya.
(nat/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pengusaha-kue-kering.jpg)