Diskusi Bareng Ponijan Liaw, Komunikator Tersohor yang Ternyata Besar Karena Muhammadiyah

Portal Tribun Medan itupun dipantau secara berkala oleh redaksi untuk menyentuh segmen khalayak yang dituju secara maksimal.

Penulis: Alija Magribi |
Tribun Medan / Alija
Ponijan Liaw memberikan pin penghargaan IPSA kepada GM Bisnis Tribun Medan Setiawan, sebagai awal sinergitas IPSA dan Tribun Medan dalam mencerdaskan dan meningkatkan mutu SDM, baik secara wawasan maupun komunikasi 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Nama besar Ponijan Liaw sebagai Public Speaker ataupun Communicator ulung di Indonesia tak perlu diragukan lagi.

Ya, selain aktif menjadi pembicara-pembicara di seminar kampus maupun ruang keagamaan, pria kelahiran 1968 itu ternyata senang menulis. 

Nah, kali ini Tribun Medan, Kamis (25/7/2019) sore pun berkesempatan menerima kunjungan diskusi Ponijan Liaw di ruang rapat, lantai 3 Gedung bersama Tribun Medan - Kompas, Jalan Wahid Hasyim No, 37, Kelurahan Babura Kota Medan.

Kedatangan Ponijan Liaw atau yang akrab disapa Mr Po atau DR Po itu disambut dengan hangat GM Bisnis Tribun Medan Setiawan.

Dalam kesempatan itu, Mr Po pun bertanya banyak hal terkait dapur redaksi Tribun.

Setiawan menyampaikan Tribun Medan merupakan salah satu media yang telah mensinergikan Surat Kabar dengan konsep digital sesuai dengan kebutuhan zaman.

Portal Tribun Medan itupun dipantau secara berkala oleh redaksi untuk menyentuh segmen khalayak yang dituju secara maksimal.

"Pengunjung kita mencapai angka rata-rata 14 juta sesi per bulan.

Kita sangat bersyukur dan Tribun Medan sendiri ada di peringkat kedua dan kadang ketiga dari seluruh grup Tribunnews," ujar Setiawan.

Setelah berdiskusi beberapa saat, Mr Po pun mengaku bahwa dirinya lahir di Tebingtinggi dan besar di Serdangbedagai, khususnya di Desa Pon dan Kecamatan Seirampah.

Pria yang humoris ini pun berujar bahwa Muhammadiyah begitu besar memberikan andil kesuksesannya.

"Nah saya ini banyak orang yang belum tahu, bahwa SD dari kelas 1-3 itu sekolahnya di Muhammadiyah, Seirampah.

Kelas 4-6 SD saya pindah ke Medan  di SD Cinta Kasih Katolik. 

Pas, SMP saya balik lagi ke Muhammadiyah di Seirampah.

Makanya Muhammadiyah begitu besar menjadi andil bagian hidup saya sebagai speaker," ujar Mr Po.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved