Waroeng Kopi Djogya, Tongkrongan Konsep Natural yang Instagramable

suasana natural yang berasal dari ragam tanaman hias, membuat siapapun merasa betah berlama-lama di Waroeng Kopi Djogya.

Tribun Medan/Gita Nadia Tarigan
Suasana Waroeng Kopi Djogya yang beralamat di Jalan Tuba II, Tegal Sari Mandala III, Kec. Medan Denai, 

TRIBUN-MEDAN.com - Dikelilingi dengan berbagai furniture unik, serta suasana natural yang berasal dari ragam tanaman hias, membuat siapapun merasa betah berlama-lama di Waroeng Kopi Djogya.

Tongkrongan yang beralamat di Jalan Tuba II, Tegal Sari Mandala III, Kec. Medan Denai, didesain apik dengan konsep natural, namun tidak meninggalkan kesan yang membosankan. Meski diberi nama Warung, namun Waroeng Kopi Djogya sangat jauh dari warung yang biasa dijumpai.

Desain yang simpel, unik dan kekinian menjadi konsep di setiap ruangan waroeng djogya. Saat menginjakkan kaki ditongkrongan ini, siapapun musti tau bahwa Waroeng Kopi Djogya musti didesain oleh arsitek handal.

Benar saja, Pemiliki Waroeng Kopi Djogya, Maulida Simamora mengatakan desain Warung ini memang dibuat oleh suaminya yang berpofesi sebagai arsitek.

"Ruangannya didesain sama suami saya, profesinya arsitek. Dulu awal berdiri ini tahun 2007 bernama warung bakso dan ayam penyet Djogja di Jalan Besar tembung, lebih kurang hampir 7 tahunan. Kemudian pindah di Jalan Datuk kabu pasar 3 Medan Denai, lebih kurang hampir3 tahunan," tuturnya.

Mengikuti tren pasar, warung kemudian pindah kembali di Jalan Tuba 2 Perjuangan Medan Denai, dengan kemasan baru bernama Waroeng Kopi Djogja. Maulida mengatakan dahulu semua pekerja memang orang Jogya, selain itu alasan diberinya nama Jogya karena suaminya juga asli Yogya.

Untuk mendukung nama Yogya, beberapa pernak-pernik penghias ruangan sengaja dibeli langsung dari Yogya. Tidak ketinggalan, di setiap sudut dinding jug terdapat berbagai lukisan unik yang menggambarkan kehidupan masyarakat Jogja.

"Lukisannya kita beli langsung dari Jogya. Kita punya tiga pilihan ruangan. Ada yang garden area untuk acara privat, ada lesehan juga dan beberapa pilihan kursi. Untuk kapasitas ruang utama mencapai 50 orang. Sedangkan yang privat 15 orang," katanya.

Tak ketinggalan, Waroeng Kopi Djogya juga dilengkapi dengan fasilitas seperti Musala, Free WIFI, toilet, tempat charger, Westafel pencuci tangan dan satu baby chair.

"Kami memang ingin menjawab kebutuhan para pelanggan. Selain itu tempat kita asri karena dikelilingi tanaman asli. All area smoking area, jadi dimanapun pelanggan bisa merokok, karena kita nggak pasang AC," tuturnya.

Bicara menu, sesuai dengan namanya, Waroeng Kopi Djogya memang dikenal dengan harganya yang bersahabat, sehingga ongkrongan ini memang sangat cocok untuk kawula muda.

"Harga kita sesuaikan dengan lokasi. Disekitaran sini kan banyak anak sekolahan, mahasiswa. Untuk makanan kita ada beberapa pilihan mie, nasi goreng, oseng-oseng, ayam, soto, spageti dan lainnya, yang paling banyak diorder itu nasi petir buatan kita. Makanan dibandrol mulai Rp. 12. ribuan," katanya.

Untuk minuman juga terdapat beberapa minuman yang sedang populer di kalangan muda seperti Green tea, Ocean Blue, Thai Tea, strawberry milk, Vanila Frappe, Ice Longan, Taro Latte, jus dan lainnya.

"Minuman kita bandrol mulai Rp. 3 ribu, kita juga sediakan paket hemat mulai daei Rp. 15 ribu. Ada nasi goreng kampung, ayam penyet sama indomie," katanya.

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved