Mengembalikan Kembali Kejayaan Pramuka di Sumatera Utara

Rapat Kerja Kwartir Daerah Pramuka Sumatera Utara (Kwardasu) digelar selama tiga hari, 27-29 Desember 2019 di Grand Kanaya Hotel

Penulis: Alija Magribi |
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Rapat Kwartir Daerah Pramuka Sumatera Utara yang dilangsungkan selama tiga hari, 27-29 Desember 2019 dihadiri perwakilan 33 Kwartir Cabang dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rapat Kerja Kwartir Daerah Pramuka Sumatera Utara (Kwardasu) digelar selama tiga hari, 27-29 Desember 2019 di Grand Kanaya Hotel, Jalan Darussalam, No.12 Medan. Kegiatan rutin tahunan ini begitu penting, sebab merupakan momentum untuk mengembalikan kejayaan Pramuka Sumut yang hening beberapa tahun terakhir.

Raker Kwartir ini merumuskan program kerja tahun 2020 oleh seluruh Kwarcab di Sumatera Utara dan dibuka langsung oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi selaku Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Daerah Sumatera Utara.

Ketua Kwardasu Nurdin Lubis didampingi Ketua Panitia OK Zulkarnain menyebutkan, Raker digelar tepat setelah seminggu Pengurus Kwardasu periode 2019-2024 dikukuhkan oleh Ketua Mabidasu Edy Rahmayadi.

"Itu artinya dinamika organisasi Kwardasu mulai bergerak dimulai pada penghujung tahun ini menggelar Rapat kerja Daerah yang diikuti seluruh Kwarcab se-Sumatera Utara," katanya.

Pada Rakerda ini diharapkan terakomodir seluruh program bidang untuk dirumuskan menjadi progam kerja Kwardasu tahun 2020 dan merekomendasikan beberapa putusan tersebut kepada Ketua Mabidasu.

Selama 3 hari raker, berbagai suara-suara diutarakan untuk mengembalikan kembali kejayaan Pramuka Sumut. Diantaranya adalah membentuk komisi-komisi dengan tugas pokok baru dan mengonsepkan kegiatan Bela Negara, Perencanaan dan pengembangan, Percepatan Sekolah Internasional Berpramuka dan Inventarisasi Aset.

Kadispora Sumut Baharuddin Siagian yang hadir dalam rapat yang dihadiri 33 Kwarcab dari Kabupaten/Kota meminta segala hal terkait Pramuka diurus secara serius.

"Program prioritas Kwardasu saya harapkan benahi administrasi dan aset milik Kwardasu, monitor dan ikuti setiap event kegiatan pramuka tingkat Nasional agar keberadaan pramuka Sumut benar benar eksis. Lalu berdayakan Bumper Sibolangit dan sekitarnya sebagai icon Jambore Nasional ke 3 tahun 1977" ujarnya.

Pramuka Sumut 2020 Disisipi Kegiatan Bela Negara

Program pendidikan Pramuka Sumut tahun 2020 akan berjalan dengan nuansa yang berbeda. Meski selama ini anak-anak Pramuka di sekolah maupun perguruan tinggi mengisinya dengan kegiatan outdoor yang beragam, nantinya mereka akan diikutkan kegiatan Bela Negara untuk meningkatkan kapasitasnya.

Sekretaris Komisi Bina Muda Kwarda Sumut  Iskandar Zulkarnain Nst menyampaikan Pramuka dan Resimen Mahasiswa adalah cadangan bela negara yang dimiliki Bangsa Indonesia dan dicatat dalam Garis Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Oleh sebab itu peningkatan kualitas penting dimiliki anak-anak Pramuka.

"Mengakomodir program Bela Negara ini, Kwarda Pramuka akan bekerjasama dengan Kakanwil Kementerian Pertahanan Sumatera Utara. Pendidikannya akan bekerjasama dengan Kemenhan, Kodam I/BB, Lantamal Belawan ataupun Kosekhanudnas III Polonia," ujar Zulkarnain didampingi Humas Kwarda Baharuddin Sahputra.

Iskandar ingin pandangan bela negara dengan kegiatan mengangkat senjata perlu diluruskan.

"Bahwasanya tidak harus menjadi Polisi atau TNI. Dengan menjaga lingkungan sendiri, menjadi aktivis untuk tidak terlibat narkoba juga termasuk bela negara. Bahkan belajar keras adalah bela negara. Ini semua untuk apa? Ya untuk melawan disintegrasi kebangsaan," katanya.

Terkait pembiayaan untuk pelaksanaan Bela Negara, Kwarda Pramuka Sumut, dikatakan Iskandar akan terus berkordinasi dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan kepala daerah lainnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved