Sosok Waldensius Girsang, Putra Batak yang Temukan Metode Baru Operasi Saraf Mata
Putra Sumatera Utara, Waldensius Girsang berhasil meraih gelar doktor dari Universitas Gajah Mada (UGM) dengan predikat cumlaude IPK 3,94
Sosok Waldensius Girsang, Putra Batak yang Temukan Metode Baru Operasi Saraf Mata
TRIBUN-MEDAN.com - Putra Sumatera Utara, Waldensius Girsang berhasil meraih gelar doktor dari Universitas Gajah Mada (UGM) dengan predikat cumlaude IPK 3,94, Senin (3/2/2020).
Tak tanggung-tanggung disertasi pria 27 Juli 1959 ini merupakan penemuan baru dalam pengobatan mata. Prestasinya ini pun mendunia.
Adapun judul disertasinya yaitu "Pengembangan Metode Baru Retinektomi Relaksasi Radial yang Efektif dengan efek samping Minimal pada Ablasio Retina dengan Vitreoretinopati Proliferatif Tingkat lanjut".
Lantas siapa Waldensius Girsang?
Waldensius Girsang adalah abang kandung dari anggota DPR RI Junimart Girsang. Waldensius Girsang dilahirkan pada tanggal 27 Juli 1959 di Medan.
Menikah dengan Eveline Ginting dan merupakan seorang ayah dari dua putri bernama Margareth dan Josephine.
Pendidikan dasar di SD HKBP Sidikalang, pendidikan menengah pertama di SMPN 1 Sidikalang dan pendidikan menengah atas di SMAN 225 Sidikalang.
Pendidikan sarjana dengan gelar dokter diselesaikan Waldensius Girsang di Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara tahun 1985.
• Liga 1 2020 - PT LIB Beri Tenggat Waktu pada Klub-klub untuk Ajukan Perubahan Jadwal
• Deretan Fakta Pelecehan Seksual di Penjara Perempuan, Kronologi hingga Sudah Jadi Rahasia Umum
Pada tahun 1995, ia melanjutkan pendidikan dokter spesialis mata di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 1999 dengan tesis berjudul: "Synergic effect of tetracycline in meibomian gland dysfunction'.
Pendidikan spesialis mata dilanjutkan dengan menyelesaikan fellowship di bidang katarak dan operasi refraktif serta operasi vitreo-retina pada tahun 2000 di Jakarta Eye Center.
Kemudian di tahun 2017 Waldensius melanjutkan studi ke jenjang pendidikan doktor(S3) di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada.
Penemuan Baru
Dilansir dari Tribun Jogja, Ablasio retina adalah kondisi lepasnya retina dari jaringan belakang bola mata.
Kondisi ini harus segera ditangani untuk mempertahankan fungsi penglihatan dan mencegah kebutaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/waldensius-girsang-dan-junimart-girsang.jpg)