Harga Bawang Merah Berpeluang Turun, Petani Diharap Waspada
Jika sebelumnya bawang merah mengalami kenaikan yang tajam hingga mencapai Rp 55 ribuan, maka kedepan saya mewanti wanti
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang | Editor: Salomo Tarigan
TRI BUN-MEDAN.com,MEDAN-
Harga bawang merah belakangan ini memang berangsur turun dan membuat Sumut mencetak deflasi di bulan Juni 2020.
Ketua Tim Pemantau Harga Pasar Gunawan Benjamin mengatakan kinerja harga bawang merah ini turun setelah ada pelonggaran yang dilakukan pemerintah dan bagian dari skema new normal.
"Jika sebelumnya bawang merah mengalami kenaikan yang tajam hingga mencapai Rp 55 ribuan, maka kedepan saya mewanti wanti petani agar lebih berhati-hati dengan kemungkinan penurunan harga bawang merah, yang saat ini bertengger di Rp 30 ribuan per kilogramnya," katanya, Selasa (2/7/2020).
Pasalnya dari survey yang ia lakukan dengan bertanya ke responden yang ada di Jawa, stok bawang merah mulai mengalami peningkatan. Ditambah dengan skema New Normal, yang menyebabkan arus lalu lintas barang akan kembali lancar.
"Titik berat masalah yang saya kuatirkan adalah budaya petani kita yang kerap menambah lahan tanamannya saat harganya naik. Selain itu saya mengkuatirkan saat harga bawang merah meroket mencapai Rp 55 ribuan, banyak petani lokal di Sumut yang terdorong untuk menanam bawang merah. Sehingga stok bawang merah mengalami peningkatan," katanya.
Dari pantauannya selama sepekan, sejumlah pedagang bawang merah menyatakan bahwa mereka mulai mendapatkan limpahan bawang dari luar wilayah. Seperti dari Sigli Aceh, maupun dari Solok.
"Dalam waktu dekat ini, limpahan bawang merah dari luar wilayah Sumut khususnya dari wilayah Jawa berpeluang masuk ke Medan dan Sumut pada umumnya," katanya.
Untuk itu ia mengimbau kepada petani agar mulai mewanti wanti kemungkinan kenaikan stok bawang merah di pasar. Pulau Jawa selama ini bukan hanya menjadi salah satu supplier besar bawang merah ke Sumut, tetapi juga ke wilayah lain di luar Jawa dan Sumatera.
"Stok yang besar ini bisa menggerus harga bawang merah di pasar. Ini yang saya kuatir kan, karena penurunan harga bawang merah terlalu dalam dapat merusak daya beli petani bawang merah itu sendiri. Untuk itu saya menghimbau petani menghitung ulang tanamannya," katanya.
Selain itu Gunawan berharap, pemerintah bisa menyerap bawang petani seandainya nanti harga bawang merah mengalami penurunan yang sangat tajam.
"Sejauh ini, selain bawang merah, jenis bawang lainnya juga sudah terlebih dahulu turun bawang putih di kisaran Rp 17 ribuan per kilogram, bawang bawang impor juga sudah sangat murah dikisaran Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribuan per kilogramnya. Penurunan harga bawang tersebut juga berpeluang membuat harga bawang merah turun nantinya," katanya.
Disisi lain, pada saat harga bawang merah mengalami penurunan, pedagang umumnya tidak banyak mengeluarkan modal saat berdagang bawang merah. Stok melimpah memicu panik jual di pedagang besar terjadi, sehingga pedagang besar atau distributor cenderung lebih banyak menitipkan barang dagangannya untuk dijual di tingkat grosir dan pengecer.
"Jika ini terjadi, maka berbahaya bagi petani bawang merah, karena harganya cenderung digiring ke bawah," pungkasnya.
(sep/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/diabetes-5-manfaat-bawang-merah-kurangi-tekanan-darah-tinggi-kolesterol-hingga-kontrol-diabetes.jpg)