Ratu Entok Vs Perawat
SUASANA Rapat Ratu Entok dengan Perawat di DPRD Kota Medan
Selebgram Kota Medan Ratu Entok memenuhi panggilan Komisi II DPRD Kota Medan untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama perwakilan perawat
TRIBUN-MEDAN.COM - Selebgram Kota Medan Ratu Entok memenuhi panggilan Komisi II DPRD Kota Medan untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama perwakilan perawat, Senin (3/5/2021).
Ratu Entok dituduh melakukan penghinaan profesi perawat.
Dalam rapat ini, Ratu Entok tampil modis dengan blazer cerah.
Dugaan penghinaan profesi perawat berawal dari kasus pemukulan perawat RS Siloam Palembang, Christina Romauli Simatupang.
Sebelumnya Ratu Entok telah menyambangi Kantor Harian Tribun Medan untuk memberikan klarifikasi kalau pernyataannya yang mencuat ke publik hanya sepenggal seolah-olah Ratu Entok mendukung penganiayaan perawat.
"Ratu Entok tidak menyetujui pemukulan dengan siapapun, kekerasan dalam bentuk apapun," ucapnya, Senin (19/4/2021).
Ia juga membantah telah menyebut seluruh perawat Indonesia berwajah tong sampah.
Pesan itu hanya ditujukan kepada perawat yang memberikan pelayanan tak maksimal kepada pasien BPJS, KIS dan fasilitas warga miskin lainnya.
"Ekspresi perawat yang melayani rakyat miskin memang tong sampah banget, judes banget, kasar banget. Di situ poinnya," sambungnya.
Video klarifikasi Ratu Entok:
Baca juga: BUKAN BEREMPATI Ratu Entok Malah Dukung Penganiaya Perawat, Ini Pukulan Untuk Semua Rumah Sakit
Baca juga: Fakta Lain Jason, Pelaku Penganiaya Perawat RS Siloam, Ternyata Mualaf, Tetangga: Lebaran Bagi THR
Ia meminta perawat Indonesia mengambil pelajaran dari kasus ini agar bisa memberikan pelayanan maksimal kepada pasien tanpa pandang bulu.
"Perawat yang berjiwa kasar, bersembunyi dengan kata 'kami juga manusia', plis deh gak usah bersumpah. Tidak pantas perawat itu bersikap jutek dengan siapapun," tutur Ratu Entok.
Baca juga: Suami Pukul Perawat hingga Babak Belur, JT Terancam Kurungan 2 Tahun, Begini Klarifikasi Sang Istri
Setelah videonya viral, Ratu Entok mengaku mendapat intimidasi dari organisasi keperawatan.
Ia pun sudah berdiskusi dengan kuasa hukum terkait masalah ini.
"Banyak (intimidasi), makanya diskusi dengan keluarga dan kuasa hukum," akuinya.