News Video
Miris, Sekolah Gratis Ini Malah Disuruh Pindah, Diduga Ada Persaingan Bisnis
Satu diantara guru sekaligus orang tua murid, Vivi Nur Fitria yang melihat spanduk tersebut merasa resah karena selama ini dirinya merasa beruntung
Penulis: Alvi Syahrin Najib Suwitra |
Miris, Sekolah Gratis Ini Malah Disuruh Pindah, Diduga Ada Persaingan Bisnis
TRIBUN-MEDAN.COM, DELISERDANG - Sekolah Al-Hidayah yang di Jalan Birap Remaja Dusun 15 Desa Sei Semayang Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang dipaksa untuk dipindahkan, Jumat (10/12/2021).
Didalam sekolah tersebut terdapat 2 buah spanduk yang bertuliskan "Kami atas nama warga Dusun XV Sei Semayang menuntut Yayasan Al-Hidayah yang berdiri di areal masjid agar segera pindah. Sesuai dengan kesepakatan selama 2 tahun tertanggal 10 Desember 2019 Sampai dengan 10 Desember 2021".
Satu diantara guru sekaligus orang tua murid, Vivi Nur Fitria yang melihat spanduk tersebut merasa resah karena selama ini dirinya merasa beruntung karena bisa sekolah disitu.
"Sedih melihatnya. Kok adalah orang yang masang spanduk di sekolah itu," ujarnya kepada Tribun Medan.
Dirinya mengaku bahwa sekolah tersebut tidak memungut biaya uang sekolah. Hanya saja para orangtua murid cuma membayar uang buku yang memang diwajibkan.
"Kalau uang sekolah disitu gratis, hanya saja uang buku yang memang harus dibayar karena beli dari penerbitnya langsung," terangnya.
Dirinya juga mengungkapkan ketika pemasangan spanduk tersebut, banyak murid beserta orangtua lainnya yang mempertanyakan kelanjutannya apabila sekolah tersebut dipaksa pindah.
"Banyak juga orangtua dan murid yang nangis ketika pemasangan spanduk itu," katanya.
Terpisah, Kepala Sekolah Al Hidayah, Ridwan Ahmadi mengatakan sudah banyak murid yang merasa terganggu atas pemasangan spanduk tersebut.
"Pasti. Tadi pagi sudah ada orangtua murid yang nelfon, gimana nasib anak kami kalau sekolah ini pindah. Pasti kan psikologis anak akan terganggu juga," tegasnya.
Ridwan menduga, aksi pemasangan spanduk tersebut ada persaingan bisnis antar sekolah, sehingga nekat melakukannya.
"Ya kami saat ini menduga, ya ada (persaingan bisnis). Karena orang yang merusuhi sekolah ini, ada sekolah yang berada di sekolah kita," tandasnya.
Ia pun juga sudah melaporkan pemasangan spanduk itu ke Polsek Sunggal agar segera dilakukan pencopotan terhadap spanduk tersebut.
Informasi yang diterima Tribun Medan, terdapat sekolah dasar yang berada tak jauh dari lokasi Sekolah Al-Hidayah.
Diduga sekolah tersebut merasa tersaingi karena kebanyakan warga sekitar lebih memilih Sekolah Al-Hidayah, karena ditempat tersebut uang sekolah gratis.
(Cr7/Tribun-Medan.com).