Tunanetra Lebih Mudah Baca Alquran, Mahasiswa Unimed Ciptakan Inovasi IQRONIC 

IQRONIC merupakan inovasi yang dirancang untuk membantu penyandang tunanetra dalam mempelajari Iqro dan Al-Qur’an.

Tayang:
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/HUSNA FADILLA TARIGAN
INOVASI MAHASISWA - Tim IQRONIC dari Universitas Negeri Medan (UNIMED) berfoto bersama dosen pembimbing Asna Istimalatul Muktamaroh, SPd, MPd, Ketua tim Aldino (dua dari kiri) bersama anggota Raudhatul Jannah (kiri) dan Andira (kanan) menampilkan prototype inovasi pembelajaran Iqro dan Al-Qur’an untuk tunanetra. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kabar membanggakan datang dari Universitas Negeri Medan (Unimed). Tiga mahasiswa lintas jurusan yang tergabung dalam Tim IQRONIC berhasil meraih pendanaan Rp 30 juta pada program Innovillage 2025, sebuah kompetisi inovasi sosial berskala nasional yang digelar Telkom University bekerja sama dengan BUMN dan Danantara.

Tim ini dipimpin oleh Aldino, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2022. Ia berkolaborasi dengan dua rekannya, Raudhatul Jannah dari Pendidikan Bahasa Inggris (2022) dan Andira dari Teknik Elektro (2023). Ketiganya didampingi oleh dosen pembimbing Asna Istimalatul Muktamaroh, SPd, MPd.

IQRONIC merupakan inovasi yang dirancang untuk membantu penyandang tunanetra dalam mempelajari Iqro dan Al-Qur’an.

Melalui pendekatan teknologi yang lebih ramah pengguna, tim ini berupaya mengurangi hambatan yang selama ini dialami masyarakat dengan disabilitas penglihatan saat belajar membaca huruf Arab dan memahami materi dasar keagamaan.

Baca juga: Warga Binaan Lapas Padangsidimpuan Antusias Mengikuti Pembelajaran Iqro dan Al-Quran

Aldino menjelaskan bahwa kebutuhan akan sarana belajar yang inklusif masih sangat besar di berbagai daerah. Selama ini banyak tunanetra yang mengandalkan metode manual atau alat bantu yang tidak selalu mudah digunakan, sehingga proses pembelajaran menjadi lambat dan tidak merata.

“Inovasi ini kami kembangkan karena kami melihat kebutuhan nyata di lapangan. Banyak penyandang tunanetra yang ingin belajar Iqro dan Al-Qur’an, tetapi perangkat yang tersedia belum cukup mendukung,” kata Aldino.

Melalui program Innovillage 2025, tim IQRONIC mendapatkan pendanaan yang akan digunakan untuk menyempurnakan perangkat, modul pembelajaran, serta uji coba lapangan.

Pendanaan juga akan digunakan untuk menjalin kolaborasi dengan sekolah luar biasa, komunitas disabilitas, dan lembaga pendidikan keagamaan.

Aldino menyebut bahwa dukungan ini menjadi langkah besar untuk membawa produk mereka lebih dekat kepada pengguna sebenarnya.

“Semoga IQRONIC dan modul yang dikembangkan bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pengguna,” ujarnya.

Keberhasilan ini menambah daftar panjang prestasi mahasiswa Unimed dalam kompetisi inovasi skala nasional.

Program Innovillage sendiri dikenal sebagai platform bergengsi yang melahirkan berbagai gagasan kreatif dari mahasiswa seluruh Indonesia untuk menjawab persoalan sosial melalui teknologi.

Kompetisi ini setiap tahun menghasilkan proyek-proyek yang kemudian diimplementasikan langsung ke masyarakat.

Tim IQRONIC berharap inovasi mereka tidak berhenti pada tahapan kompetisi, tetapi benar-benar digunakan oleh komunitas tunanetra di Sumatra Utara mau pun daerah lain.

Mereka juga berencana mengembangkan fitur tambahan, termasuk audio interaktif, navigasi sentuh yang lebih presisi, serta integrasi dengan modul keagamaan digital.

“Dengan dukungan yang diperoleh, IQRONIC diharapkan menjadi salah satu terobosan penting dalam pendidikan inklusif, khususnya bagi penyandang disabilitas penglihatan,” pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved