Peran Penting Pemandu dalam Wajah Diplomasi Budaya
tiap orang dapat melakukan pemanduan, tetapi yang membedakan antara pemandu profesional dengan yang bukan adalah pada etikanya.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemandu senior dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Elmi Hanum Harahap, menekankan pentingnya pemahaman dan praktik menjalankan etika dalam profesi memandu turis di lapangan.
Menurutnya, setiap orang dapat melakukan pemanduan, tetapi yang membedakan antara pemandu profesional dengan yang bukan adalah pada etikanya.
"Ada beberapa hal prinsip yang perlu kita jaga dalam memandu, misalnya menghindari sikap diskriminatif, merendahkan, atau menghina suatu identitas yang berkaitan dengan SARA, menjelek-jelekkan suatu pihak, memberikan penjelasan palsu, dan menyinggung perasaan tamu. Untuk itu, diperlukan pemahaman budaya, bahasa, dan nilai-nilai universal yang telah mengatur pergaulan antar-bangsa," paparnya di hadapan 10 peserta pelatihan intensif penguatan kapasitas untuk Pemandu Wisata Geopark yang diselenggarakan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba bekerja sama dengan Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark, 3-4 Juni 2026, di Meeting Room Kantor Operasional BPODT Sibisa, Kabupaten Toba.
Elmi Hanum selanjutnya menekankan bahwa seorang pemandu wisata memiliki peran penting dalam wajah diplomasi antar budaya. Sebab, sepanjang kunjungan para tamu, mereka akan lebih banyak berinteraksi dengan pemandu. Dari pemandulah informasi pertama mereka peroleh, dan dari interaksi yang intens itu citra destinasi wisata akan terbentuk di benak para tamu.
Baca juga: 5 Wahana Air Ramah Anak di Medan Sekitarnya Tempat Wisata Seru Akhir Pekan Keluarga
"Oleh sebab itu, penting sekali untuk memperhatikan sikap, gesture, kesopanan, berpakaian rapi, dan menunjukkan identitas kepada para tamu, agar mereka merasa nyaman, tenang, dan menikmati perjalanan dengan orang atau tim yang mereka sukai," ungkap pemandu profesional yang menguasai beberapa bahasa Eropa itu, terutama untuk spesialisasi Bahasa Spanyol.
Selain itu, Elmi juga mengatakan bahwa penguasaan materi pengetahuan di destinasi wisata akan selalu menjadi standar yang harus dipenuhi.
"Setiap tamu cenderung menganggap bahwa pemandunya adalah orang yang serba tahu tentang daerah tujuan wisata. Oleh sebab itu, seorang pemandu harus semampu mungkin menguasai pengetahuan tentang berbagai hal di lapangan. Nah, berkenaan dengan topik kita tentang memandu di geopark, maka kita perlu menguasai sebanyak mungkin apa itu geopark, kisah geologisnya, dan apa saja ruang lingkupnya. Ini adalah suatu pengetahuan tersendiri, yang penting secara khusus dikuasai para pemandu di Danau Toba, sebab kawasan ini telah diakui sebagai salah satu UNESCO Global Geopark," ungkapnya.
Sebelumnya, General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Dr Azizul Kholis, telah memberikan pembekalan tentang prinsip-prinsip dan nilai dalam pengelolaan suatu taman bumi.
Di hadapan peserta intensive course itu, ia memaparkan ruang lingkup pengelolaan geopark yang terdiri dari kekayaan geologi, kekayaan hayati, dan kekayaan budaya (geo, bio, culture). Selain itu, Azizul juga menjelaskan tiga pilar yang harus dibangun dan dikembangkan, yaitu edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat.
"Jadi, sebenarnya pengelolaan geopark itu tidak secara langsung berkaitan dengan pariwisata. Namun apabila geopark itu dianggap sebagai produk, maka ia dapat dijadikan sebagai tujuan wisata khusus yang dirancang untuk menghormati ketiga pilar tersebut, bersifat berkelanjutan, dan selaras dengan tujuan global yang tertuang dalam Sustainable Development Goals," katanya.
| Soft Launching Geofest 2026, Isu Pariwisata Berkelanjutan Jadi Perhatian |
|
|---|
| Geolog UNESCO Terkesan Batuan Vulkanik Toba di Paropo, Pemkab Siapkan Penataan Geopark |
|
|---|
| Polres Samosir Temukan Bukti Penebangan Liar di Hutan Lindung KTH Dosroha, Berbeda Klaim Hoaks BPSSU |
|
|---|
| Dirut BP-ODT, Jimmy B Panjaitan: Saatnya Penguatan SDM untuk Mendukung Geopark |
|
|---|
| KPH XIII Pura-pura Buta di Tengah Pembalakan Hutan Samosir : Geopark Toba Digiring ke Tepi Jurang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pemandu-Wisata.jpg)