Datangi Langkat, Menteri Pendidikan Tinjau Sekolah Rusak akibat Banjir  

Kunjungan ini dilakukan untuk melihat dampak kerusakan sekolah akibat banjir yang melanda kawasan tersebut.

Tayang:
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Eti Wahyuni
DOK PEMKAB LANGKAT
BANJIR DI LANGKAT - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti bersama Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti saat meninjau SDN di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, yang terdampak banjir, Rabu (10/12/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti meninjau langsung kondisi Sekolah Dasar (SD) yang terkena dampak banjir di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.

Salah satu sekolah yang didatangi Abdul Mu'ti didampingi Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, ialah SDN 057239 di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.

Kunjungan ini dilakukan untuk melihat dampak kerusakan sekolah akibat banjir yang melanda kawasan tersebut.

Akibat rusaknya bangunan utama sekolah, sebanyak 87 siswa terpaksa mengikuti proses belajar mengajar di tenda darurat dan fasilitas tempat ibadah yang berada di sekitar lokasi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu pun memberikan bantuan operasional sebesar Rp 15 juta untuk jenjang Sekolah Dasar dan Rp 20 juta untuk Sekolah Menengah Pertama.

Baca juga: Bencana Banjir di Medan, 22 Sekolah Rusak dan Proses Belajar Lumpuh

Selain itu, menteri bersama Wakil Bupati dan rombongan turut membagikan alat tulis dan biskuit kepada para siswa yang terdampak.

"Saya berharap pemerintah daerah dapat segera menyiapkan fasilitas belajar sementara guna memastikan proses pembelajaran tetap berjalan," ujar Abdul Mu'ti, Rabu (10/12/2025).

Abdul Mu'ti menegaskan pentingnya percepatan penanganan, baik melalui perbaikan sekolah di lokasi semula mau pun relokasi jika kondisi wilayah tersebut dinilai tidak lagi aman dari banjir.

“Apabila lokasi sekolah ini masih memungkinkan, agar segera diperbaiki. Namun jika lokasi ini sudah tidak memungkinkan lagi, segera direlokasi ke tempat yang lebih aman mengingat wilayah ini kerap dilanda banjir,” ujar Abdul Mu'ti.

Sedangkan Kepala Sekolah, Sariah Br Bangun, menyampaikan harapannya agar proses administrasi sekolah tidak dipersulit.

"Rapor dan sejumlah dokumen penting hilang akibat banjir," kata Sariah.

Sementara itu, Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti menjelaskan, bahwa pemerintah kabupaten akan memastikan seluruh proses administrasi disederhanakan dan tidak mempersulit pihak sekolah.

Tak hanya itu, Tiorita menambahkan pemkab segera menyediakan sarana dan prasarana pendukung agar kegiatan belajar mengajar kembali normal.

"Semua ini kita lakukan demi anak-anak tetap bisa menempuh pendidikan sesuai dengan visi dan misi kami. Jika ada kendala administrasi, silahkan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Langkat," ucap Tiorita.

Warga Meninggal Dunia Bertambah 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat, Sumatra Utara, kembali merilis situasi banjir yang masih merendam sejumlah wilayah hingga sampai saat ini.

Informasi yang diperoleh wartawan dari laporan data terdampak kejadian bencana alam banjir Kabupaten Langkat per tanggal 9 Desember 2025, pukul 15.00 WIB, sebanyak 13 orang dinyatakan meninggal dunia akibat banjir besar yang merendam 16 kecamatan terdiri dari 142 desa dan 27 kelurahan pada Rabu (26/11/2025) lalu. Artinya, jumlah masyarakat yang meninggal dunia bertambah sebanyak dua orang.

Kepala BPBD Langkat, Muhammad Ansyari melalui keterangan tertulisnya menyatakan, Kecamatan Tanjung Pura dan Hinai, saat ini masih terdapat beberapa titik rumah warga masih terendam banjir.

"Kondisi di Tanjung Pura dan Hinai, masih terdapat tinggi debit airnya mencapai 50-100 sentimeter," kata Ansyari, Rabu (10/12/2025).

Upaya yang dilakukan diantaranya, memberikan bantuan berupa sembako, bahan pangan, dan sandang.

"Kemudian pemerintah mendistribusikan air bersih, menyalurkan bantuan logistik melalui air dan darat. Serta pemeriksaan di setiap posko pengungsian," kata Ansyari.

Tak hanya itu, gotong-royong juga dilakukan masyarakat dan pemerintah, yaitu menutup tanggul Sungai Besilam yang jebol sepanjang 15 meter di Dusun X Mekar Sari, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wampu.

"Sementara itu status tanggap darurat bencana diperpanjang 3-16 Desember 2025," kata Ansyari. 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved