Honda DBL with Kopi Good Day

Valerythm Methodist Lubukpakam Usung Konsep Squid Game, Memukau di Azarine DBL Dance Competition

Tim dance SMA Methodist Lubukpakam tampil solid dan memukau pada ajang Azarine DBL Dance Competition 2025–2026 North Sumatra

Tayang:
TRIBUN MEDAN/M Daniel Effendi Siregar
KOMPETISI DANCE - Penampilan dari SMA Methodist Lubukpakam pada ajang DBL Dance Competition di GOR Unpri, Medan, Senin (9/2/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Tim dance SMA Methodist Lubukpakam tampil solid dan memukau pada ajang Azarine DBL Dance Competition 2025–2026 North Sumatra yang berlangsung di GOR Unpri, Kota Medan, Senin (9/2/2026).

Sejak awal penampilan, tim dance yang menamakan Valerythm itu menunjukkan kekompakan yang kuat, koreografi yang matang, serta energi yang tinggi di atas panggung. Gerakan mereka terlihat rapi dan sinkron, didukung ekspresi yang mampu menghidupkan cerita yang dibawakan. 

Selain teknik yang mumpuni, mereka juga menampilkan konsep pertunjukan yang kreatif dan sarat makna, sehingga penampilan mereka tidak hanya sekadar tari, tetapi juga storytelling yang kuat.

Formasi yang terstruktur, transisi gerakan yang halus, serta pemanfaatan ruang panggung yang maksimal menunjukkan bahwa tim ini telah melakukan persiapan panjang dan serius. Penampilan mereka juga tampak lebih percaya diri dibandingkan saat latihan atau tampil sebelumnya, menandakan perkembangan yang signifikan dari segi performa.

Kapten tim dance SMA Methodist Lubukpakam, Rachel Gabriella Zhang, menjelaskan bahwa konsep yang mereka bawakan terinspirasi dari serial populer Squid Game. 

Menurutnya, konsep ini menggambarkan konflik antara pihak yang berkuasa dan pihak yang dikendalikan, yang kemudian berkembang menjadi perlawanan dan kebangkitan.

“Konsep kami itu konsep dari Squid Game, yaitu seperti peperangan antara dua sisi. Awalnya ada sisi jahat di mana semua pemain dikendalikan oleh seorang Front Man dan para guard. Lalu di bagian akhir, para pemain bisa bersinar dan akhirnya mengalahkan yang mengendalikan mereka,” kata Rachel.

Ia menambahkan bahwa pemilihan konsep tersebut sepenuhnya berasal dari pelatih, sementara para penari bertugas menerjemahkannya ke dalam bentuk koreografi yang kuat dan dramatis.

“Pemilihan konsep ini langsung dari pelatih, dan kami sudah persiapan sejak bulan November kemarin,” ujarnya.

Rachel menilai bahwa penampilan timnya di GOR Unpri sudah jauh lebih baik dibandingkan saat pertama kali tampil. Menurutnya, mereka berhasil meningkatkan kualitas gerakan, ekspresi, dan kekompakan tim.

“Ya, penampilan kami sudah maksimal. Dibandingkan kemarin saat pertama kali tampil, hari ini sudah ada peningkatan yang cukup terlihat,” katanya.

Meski demikian, Rachel tetap rendah hati dan berharap yang terbaik untuk perjalanan timnya di DBL tahun ini.

“Harapannya ya pasti yang terbaik untuk DBL tahun ini,” tutupnya.

Dengan konsep yang kuat, koreografi matang, dan kekompakan tim yang solid, tim dance SMA Methodist Lubukpakam berpotensi menjadi salah satu penampil yang diperhitungkan dalam Azarine DBL Dance Competition North Sumatra 2025–2026.

 

(cr29/tribun-medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved