Info Mudik 2026
Update Info Mudik 2026, Dua Kabupaten di Sumut Ini Rawan Macet!
Polda Sumut memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada 17 hingga 19 Maret 2026. Dua kabupaten rawan macet.
Ringkasan Berita:
- Arus mudik diprediksi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diperkirakan terjadi 14–15 Maret 2026, dan gelombang berikutnya 17–19 Maret 2026.
- Waspadai titik rawan macet. Jalur lintas Sumatera di Labuhanbatu Selatan dan Labuhanbatu sering mengalami kemacetan saat musim mudik.
- Polda Sumut menyiapkan tambahan personel, termasuk Brimob dan posko pengamanan di titik-titik rawan kemacetan.
TRIBUN-MEDAN.COM,- Kepolisian Daerah Sumatera Utara memperkirakan arus mudik 2026 jelang momen Idul Fitri akan terjadi dalam beberapa gelombang.
Hal ini disampaikan berdasarkan hasil analisis yang dilakukan untuk memantau pergerakan pemudik menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Pihak kepolisian pun mulai menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar arus lalu lintas tetap lancar.
Baca juga: WALI KOTA MEDAN: ASN Dilarang Pakai Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran❗
Kepala Biro Operasi Polda Sumut, Kombes Jaladri, menjelaskan bahwa gelombang awal arus mudik diprediksi mulai terjadi pada Sabtu, 14 Maret hingga Minggu, 15 Maret 2026.
Setelah itu, puncak arus mudik diperkirakan kembali meningkat pada Selasa, 17 Maret hingga Kamis, 19 Maret.
"Untuk puncak mudik, kita prediksikan itu pada tanggal 14 sampai tanggal 15, dan juga tanggal 17 sampai tanggal 19," kata Karo Ops Polda Sumut Kombes Jaladri, Sabtu (14/3/2026) kemarin.
Baca juga: Hadapi Mudik Idul Fitri, Dishub Gelar Ramp Check hingga Tes Urine Sopir
Sementara itu, arus balik Lebaran diperkirakan akan terjadi pada beberapa tanggal setelah hari raya.
Jaladri menyebutkan bahwa puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 25 hingga 26 Maret, kemudian kembali meningkat pada 28 Maret.
"Sedangkan puncak arus balik itu diprediksi pada tanggal 25-26 dan dilanjutkan tanggal 28," sambungnya.
Dari hasil pemetaan yang dilakukan Polda Sumut, terdapat sejumlah wilayah yang menjadi perhatian karena sering mengalami kemacetan saat musim mudik.
Baca juga: Tips Mudik Lebaran 2026: Persiapan Penting agar Perjalanan Aman di Tengah Arus Mudik
Salah satunya berada di jalur lintas Sumatera yang melintasi Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Labuhanbatu.
Wilayah ini hampir selalu mengalami kepadatan kendaraan menjelang Lebaran.
Menurut Kombes Jaladri, kemacetan di daerah tersebut bahkan bisa terjadi berulang kali dalam sehari.
Pada tahun sebelumnya, kemacetan panjang tercatat hingga 13 kali. Untuk mengantisipasi kondisi serupa, Polda Sumut menambah jumlah personel di titik rawan macet serta menyiapkan posko pengamanan.
Baca juga: Info Mudik 2026 di Sumut, Cek Penerbangan dan Kereta Api Serta Arus Mudik di Jalur Daerah Bencana
"Perlu kami sampaikan, untuk titik kemacetan, terutama Labuhanbatu Selatan dan Labuhanbatu. Selain personel Labuhanbatu, 1 pleton personel Polda, dan Brimob," ungkapnya.
Ia juga menambahkan, tahun lalu ada 13 kali kemacetan panjang.
"Hampir setiap hari ada kemacetan," kata Jaladri.
Baca juga: GoTo dan Kementerian Perhubungan Fasilitasi Mitra Driver dan Keluarga Mudik Gratis lewat GoMudik
Pergerakan Penumpang Kapal Laut
Memasuki momen mudik 2026 jelang Idul Fitri, aktivitas di Terminal Penumpang Bandar Deli yang berada di Jalan Pelabuhan Lama, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, pada Minggu (15/3/2026) mulai meningkat.
Di lokasi ini, jumlah penumpang yang datang terlihat signifikan, sementara angka keberangkatan juga terpantau tinggi.
Baca juga: Jelang Mudik Lebaran, Tiket Pesawat Jakarta-Medan Habis Terjual, Tinggal Kelas Bisnis Rp 10 juta
Pihak pengelola pelabuhan pun mulai melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Executive General Manager Pelindo Regional 1 Belawan, Yusrizal, mengatakan bahwa sejumlah fasilitas tambahan telah disiapkan untuk mendukung kelancaran arus mudik.
“Baik untuk keberangkatan dan kedatangan, kita menyiapkan posko, kemudian menambah fasilitas. Salah satunya kita menambah troli di sini. Troli itu kita harapkan dapat membantu penumpang agar lebih mudah masuk ke terminal dan membantu supaya barang bisa terangkat dengan aman,” ujar Yusrizal saat dikonfirmasi awak media.
Menurut Yusrizal, pada hari tersebut jumlah penumpang yang berangkat tercatat sebanyak 1.471 orang.
Baca juga: Mudik Lebaran 2026, Operasi Ketupat Toba Bangun 8 Pos di Jalinsum Asahan
Sementara itu, jumlah penumpang yang tiba mencapai 3.564 orang.
Angka kedatangan diperkirakan masih bisa bertambah karena masih ada tiga kapal yang dijadwalkan tiba menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Ia juga menjelaskan bahwa setiap kapal yang datang dalam kondisi penuh karena kapasitas penumpang sudah diatur sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca juga: Mulai 13 Maret Polda Sumut Gelar Operasi Ketupat Toba 2026, Amankan Arus Mudik Lebaran
Untuk menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas di pelabuhan, pihaknya juga bekerja sama dengan berbagai instansi.
“Kami membentuk posko bersama, posko terpadu di depan yang terdiri dari unsur KSOP, Polri, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP,” tambah Yusrizal.
Sementara itu, Kepala Operasi Cabang Pelni Medan, Suharto, membenarkan bahwa kapal KM Kelud telah tiba di Bandar Deli pada pukul 12.05 WIB dengan membawa 3.564 penumpang.
Baca juga: Waspadai Kasus Campak Jelang Mudik Lebaran, Kenali Penyebab dan Gejalanya pada Anak
Kapal tersebut dijadwalkan kembali berlayar menuju Batam pada pukul 15.00 WIB dengan membawa sekitar 1.473 penumpang, dan jumlah itu masih berpotensi bertambah.
Suharto juga memprediksi arus penumpang akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.
“Besok (Senin, 16/3/2026) kita akan terima lagi penumpang dari Batam dengan Kapal, kisaran 2000 lebih. Lalu KM Kelimutu tiba Selasa malam dan KM Kelud kembali dari Batam dengan perkiraan penumpang di atas 3.000,” jelasnya.
Baca juga: Penumpang Pesawat di Bandara Kualanamu Diperkirakan Capai 443.036 Orang selama Arus Mudik
Ia menambahkan, bahwa jumlah penumpang tetap mengikuti ketentuan notas dinas pemerintah dengan kapasitas maksimal sekitar 3.647 orang per kapal.
Di sisi lain, para pemudik mengaku cukup nyaman selama perjalanan laut.
Siti Kurnia, penumpang asal Batam yang hendak pulang ke Binjai, mengatakan bahwa kondisi kapal cukup baik meski lebih ramai dari biasanya.
“Kondisinya bagus, cuma lebih ramai sih dari yang biasanya. Suasana di kapal enak, nyaman,” ujarnya.
Ia memilih naik kapal karena mendapatkan tiket diskon 30 persen seharga Rp191 ribu, sekaligus menjadi pengalaman pertamanya mudik melalui jalur laut.
Hal serupa juga disampaikan oleh Ibu Sinar, penumpang lain yang bekerja di Batam dan pulang ke Pematangsiantar bersama lima anggota keluarganya.
Ia mengaku perjalanan terasa nyaman meskipun suasana Lebaran membuat jumlah penumpang lebih ramai.
“Alhamdulillah, nyaman lah, tidak berdesakan. Tapi yang namanya lebaran ya ada berdesakan sedikit lah, tapi aman lah,” tuturnya.(cr25/cr29/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/update-mudik-2026-di-Sumut.jpg)