Berita Medan

BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob 2,7 Meter di Belawan, Marelan dan Medan Labuhan

Wilayah yang berpotensi terdampak adalah kawasan pesisir Kecamatan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan. 

Tayang:
TRIBUN MEDAN/Haikal Faried Hermawan
BANJIR ROB - Suasana warga kawasan Belawan sedang melewati air pasang rob yang naik ke jalanan beberapa waktu lalu. Stasiun Meteorologi Maritim Belawan resmi mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir (rob) di wilayah pesisir Belawan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob atau banjir pesisir yang diprediksi melanda tiga kecamatan di Kota Medan

Banjir dengan ketinggian mencapai 2,3 hingga 2,7 meter diperkirakan terjadi selama sepekan ke depan, terhitung sejak 14 hingga 20 Mei 2026.

Wilayah yang berpotensi terdampak adalah kawasan pesisir Kecamatan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan. 

Peringatan ini disampaikan oleh Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Nur Auliakhansa, menjelaskan bahwa potensi banjir rob tersebut dipicu oleh aktivitas pasang air laut yang tinggi serta sejumlah fenomena alam lain yang saling berinteraksi.

"Peringatan dini banjir pesisir (rob) di tiga kecamatan Kota Medan, yakni Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan, berlaku sejak tanggal 14 hingga 20 Mei 2026. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat agar waspada dan siaga," ujar Nur saat dikonfirmasi, Kamis (14/5/2026).

Ia merinci bahwa pasang tertinggi diprediksi mencapai 2,7 meter dan akan terjadi pada pukul 11.00 hingga 16.00 WIB setiap harinya. 

Sementara itu, ketinggian banjir rob terendah diperkirakan berada di kisaran 2,3 meter. Adapun ketinggian tersebut diukur dari titik surut terendah.

"Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas transportasi, meliputi proses bongkar muat barang di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir. Selain itu, banjir rob juga berdampak langsung terhadap aktivitas keseharian masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir," jelas Nur.

(Cr9/Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved