Medan Terkini

Harga TBS Terus Alami Penurunan, Ini Kata Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara, Fariz Haholongan Hutagalung menyoroti soal keluhan para petani sawit.

Tayang:
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/HUSNA FADILLA TARIGAN
BUAH SAWIT - Seorang buruh perkebunan kelapa sawit terlihat tengah melakukan aktivitas harian, mengutip brondolan yang berserakan di tiap batang pohon. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara, Fariz Haholongan Hutagalung menyoroti soal keluhan para petani sawit soal Harga Tandan Buah Sawit (TBS) terus mengalami penurunan.

Menurutnya, turunnya harga sawit itu disebabkan adanya kebijakan satu pintu mengelola ekspor maka banyak eksportir tidak melakukan pembelian, sehingga berdampak terhadap harga.

Tadinya, kata Fariz, produksi bisa diserap banyak, tapi kini terbatas, dan mereka masih menunggu kebijakan dari Kementerian Pertanian.

 Dia pun menyebutkan ini masih transisi, dan berharap segera bisa diadaptasikan dengan situasi saat ini.

“Kalau kata Menteri Pertanian, ini masa transisi tidak begitu lama sehingga adaptasi terhadap harga TBS sawit bisa normal kembali, itu harapannya,” kata Fariz, Senin (1/6/2026).  

Akan tetapi, Pemerintah Provinsi Sumut terus berupaya dengan langkah-langkah yang dilakukan, yakni mengawal, monitoring dan pengawasan secara berkala serta ketat di lapangan.

“Agar harga-harga dengan situasi transisi ekspor satu pintu itu tidak dipermainkan di tingkat petani. Itu yang kita lakukan,” tegas Fariz.

Dikatakannya, upaya tersebut dilakukan berkoordinasi dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), sehingga petani-petani tidak dirugikan terlalu jauh.

Tidak hanya itu, memperkuat pengawasan pihaknya juga menggandeng Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), dan pabrik kelapa sawit di Sumut, harga itu jangan sampai terlalu jauh dari yang diharapkan.

“Ini kita lakukan. Kita tidak bisa terlalu jauh. Mudahan-mudahan segera membaik,” ujar Fariz.

Dia juga menyampaikan bahwa pengawasan terhadap harga pupuk yang biasa dipakai petani sawit bisa terjaga dengan baik. Fariz memastikan harga pupuk subsidi sudah ditetapkan harganya dan Pemerintah menjamin pupuk subsidi harganya stabil dan aman.

Harga pupuk memang semakin mahal karena terdampak dari perang Amerika Serikat, Israel dengan Iran, sampai sekarang belum stabil, termasuk juga bahan bakar minyak.

“Pabrik pupuk di indonesia masih menggunakan sebagian besar bahan bakar minyak. Kita berharap situasi di timur tengah bisa normal, karena dampaknya sangat signifikan,”jelasnya. 

Diketahui, harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani saat ini berkisar Rp 2.500 per kg. harga itu turun dari sebelumnya Rp 3300 per kg.

(Cr5/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved