Berita Medan

Korban Begal di Flyover Brayan Ternyata PNS di Lapas Tanjung Gusta

Kali ini, pembegalan dialami oleh Indy br Sinaga wanita berusia 31 tahun warga Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Timur. 

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
IST
DIBEGAL DI FLYOVER - Rekaman video wanita paruh baya yang menjadi korban begal di flyover Brayan, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Minggu (7/6/2026) pagi. Dari pengakuannya, wanita berusia 31 tahun ini dibegal oleh sejumlah orang yang menggunakan dua sepeda motor. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Aksi kejahatan jalanan (begal), kembali terjadi di wilayah Kota Medan.

Kali ini, pembegalan dialami oleh Indy br Sinaga wanita berusia 31 tahun warga Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Timur. 

Diketahui, aksi pembegalan ini dialami Indi saat akan berangkat kerja ke Lapas Tanjung Gusta, Kota Medan, Minggu (7/6/2026) kemarin.

Dimana, wanita yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Tanjung Gusta itu, menjadi korban begal saat melintas di flyover Brayan, Kecamatan Medan Timur. 

Saat dikonfirmasi, Indi mengaku saat itu ia awalnya berangkat dari rumah dan hendak berangkat kerja.

Katanya, alasanya berangkat sejak subuh karena ia akan bekerja di shift pagi. 

"Saya mau berangkat kerja, masuk shift pagi. Saya kerja di Tanjung Gusta di bagian penjagaan tahanan wanita. Baru kerja setahun, kebetulan memang aku baru pindah ke arah sana ini. Sebelumnya kan memang aku, kontraknya kan memang kantor dekat Lapas," ujar Indy, Selasa (9/6/2026). 

Dirinya mengaku, ia baru beberapa waktu terakhir pindah rumah ke kawasan Kecamatan Medan Timur dan masuk kerja shift pagi.

Sehingga, ia belum mengetahui bagaimana kondisi di kawasan tempat ia tinggal hingga perjalanannya berangkat bekerja. 

Ia mengatakan, semula dirinya berangkat dari rumah sekira pukul 05.30 WIB tak menaruh curiga kondisi di flyover akan sepi. Dimana, saat ia melintasi kawasan tersebut pada siang hari yang ia tau kawasan tersebut cukup padat. 

"Jadi setengah enam itu berangkat lah aku dari rumah. Terus aku kayak mikirnya kan, biasanya kalau aku masuk siang kan ya rame gitu. Terus aku mikir ya mungkin karena masih pagi, ya udah aku enggak ada pikiran apa-apa gitu, lewatin aja kayak biasa aja," katanya. 

Wanita berusia 31 tahun itu mengaku, awalnya saat dirinya mulai naik melintasi flyover ia tak menaruh curiga.

Katanya, saat itu ia juga mengetahui tak ada tanda-tanda dirinya diikuti maupun diincar sehingga ia melintas dengan santai. 

"Enggak ada rasa diikuti, terus tiba-tiba itu, ya langsung aja kayak mereka itu kayak langsung nge-stop gitu dari depan," katanya. 

Saat itu, ia awalnya diberhentikan oleh para pelaku yang semula datang dengan menaiki satu sepeda motor.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved