Sumut Terkini

Harga Pakan Naik Imbas Pelemahan Rupiah, Harga Ayam di Sumut Malah Turun

Meski keuntungan menipis, ia tetap memilih menjual dengan margin kecil agar perputaran usaha tetap berjalan.

Tayang:
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Husna Fadilla Tarigan
HARGA AYAM- Aktivitas jual beli ayam potong di salah satu pasar tradisional di Kota Medan. Harga ayam yang kini Rp26-30 ribu per kilogram membuat pedagang dan pembeli sama-sama terdampak, terutama pelaku usaha kecil. 

Ayu menambahkan, peternak tetap mengeluhkan kenaikan harga pakan meskipun kenaikannya tidak terlalu besar.

“Kalau peternak pasti mengeluh, karena harga pakan naik sementara harga jual hasil panen turun,” ujarnya.

Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, menilai penurunan harga ayam yang terjadi sejak April cukup menarik karena tidak sepenuhnya sejalan dengan kondisi pasokan di lapangan.

Berdasarkan data yang dihimpunnya dari salah satu sentra peternakan ayam potong di Deli Serdang, pasokan ayam pada April justru turun sekitar 17 persen secara bulanan. Namun harga daging ayam di Pasar Tanjung Morawa turun dari sekitar Rp39 ribu per kilogram pada awal April menjadi Rp34 ribu per kilogram di akhir bulan.

Pada Mei, harga kembali turun menjadi sekitar Rp32 ribu per kilogram. Memasuki Juni, pasokan ayam naik sekitar 18 persen dibandingkan April, tetapi harga daging ayam justru berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram.

Menurut Gunawan, terdapat beberapa faktor yang diduga memicu pelemahan harga ayam potong saat ini.

Pertama, menurunnya daya beli masyarakat menjelang kenaikan kelas dan tahun ajaran baru. Banyak rumah tangga mulai menghemat pengeluaran untuk mempersiapkan kebutuhan sekolah anak.

“Pedagang maupun produsen menyatakan bahwa penurunan belanja tahun ini lebih terasa dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Banyak ibu rumah tangga yang lebih irit menjelang kenaikan kelas,” ujarnya.

Kedua, potensi melemahnya serapan ayam potong oleh dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Padahal sebelumnya program tersebut menjadi salah satu penggerak utama permintaan ayam di pasaran.

Ia memperkirakan produksi ayam potong meningkat sekitar 17 hingga 25 persen sejak program MBG berjalan.

Faktor ketiga adalah peningkatan pasokan ayam yang memang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Namun menurutnya, kenaikan pasokan tersebut tidak cukup besar untuk menjelaskan penurunan harga yang cukup tajam.

Di tengah harga ayam yang terus melemah, peternak justru menghadapi kenaikan biaya produksi akibat naiknya harga pakan.

Gunawan mencatat harga pakan telah mengalami kenaikan sedikitnya tiga kali sejak perang Iran-AS meletus, dengan kenaikan sekitar Rp600 hingga Rp800 per kilogram.

Menurutnya, kenaikan biaya produksi tersebut tidak terlepas dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved