Begal di Medan

Detik-detik PNS Lapas Tanjung Gusta Dibegal di Flyover Brayan Kota Medan, Dipepet Lima Pelaku

Seseorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Lapas Tanjung Gusta, Kota Medan, menjadi korban aksi begal.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
DIBEGAL DI FLYOVER - Rekaman video wanita paruh baya yang menjadi korban begal di flyover Brayan, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Minggu (7/6/2026) pagi. Dari pengakuannya, wanita berusia 31 tahun ini dibegal oleh sejumlah orang yang menggunakan dua sepeda motor. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seseorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Lapas Tanjung Gusta, Kota Medan, menjadi korban aksi begal.

Korban bernama Indy br Sinaga ini, dibegal saat melintas di atas flyover Brayan, Kecamatan Medan Timur, Minggu (7/6/2026) subuh. 

Saat dikonfirmasi, Indy menceritakan awalnya ia bergerak dari rumah di kawasan Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Timur dan akan berangkat menuju ke Lapas Tanjung Gusta.

Nahas, saat melintas di atas flyover sekira pukul 05.40 WIB dirinya dipepet oleh para pelaku begal berjumlah lima orang yang mengendarai dua sepeda motor. 

Ia bercerita, karena niatnya berangkat kerja ia tak menaruh curiga adanya orang yang sedang mengintainya saat melintas di atas flyover.

Saat itu, ia awalnya diberhentikan oleh para pelaku yang semula datang dengan menaiki satu sepeda motor. Tak lama berselang, para pelaku lainnya yang mengendarai satu sepeda motor lagi langsung memepetnya dari belakang. 

Dari penglihatannya, para pelaku tampak membawa sejumlah senjata seperti kayu maupun senjata tajam.

Nahasnya, saat itu ia tak bisa memberikan perlawanan pasalnya tak ada pengendara yang melintas untuk memberikan pertolongan. 

"Pas kebetulan di situ memang kebetulan enggak ada yang lewat. Enggak ada rasa diikuti, terus tiba-tiba itu, ya langsung aja kayak mereka itu kayak langsung nge-stop gitu dari depan," ujar Indy, Selasa (9/6/2026). 

Ia mengaku, para pelaku yang berjumlah lima orang ini mengepung sepeda motornya dari depan dan belakang.

Tak berselang lama, para pelaku langsung meminta agar Indy segera menyerahkan kunci sepeda motornya. 

Bahkan, dirinya mengatakan para pelaku sempat mengancam melukai jika ia tak segera menyerahkan sepeda motornya. Saat kejadian itu, dirinya menjelaskan kondisi di sekitar lokasi dalam keadaan gelap gulita. 

"Mereka langsung minta kunci, minta sini, minta sini, minta kunci, minta kunci, nanti ku pukul, kasih kuncinya gitu. Jadi karena aku sangking takutnya, ya aku kasih aja. Terus mereka langsung pergi gitu kan. Terus di situ aku sadar," ucapnya. 

Katanya, ia melihat perawakan para pelaku layaknya pemuda yang masih berusia sekitar belasan tahun.

Namun, karena para pelaku saat itu mengenakan jaket hodie ia tak terlalu jelas melihat tanda-tanda khusus pada wajah pelaku. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved